, , ,


    SIDRAP, ARUSMUDA.COM -
    Dalam waktu yang dekat, pelaku usaha UMKM di Bumi Nene Mallomo Sidrap akan menggelar Tudang Sipulung Pabbalu sebagai salah satu upaya mewujudkan UMKM Naik Kelas di Sidrap. 

    Kegiatan yang diinisiasi oleh Asosiasi UMKM Naik Kelas DPD Sidrap ini, rencananya akan dilaksanakan pada 30 September 2021 mendatang, sebagai bagian dari upaya pemulihan ekonomi, karena sektor ekonomi menjadi slaah satu sektor paling terdampak di masa Pandemi Covid-19. 

    Salah seorang praktisi UMKM Naik Kelas di Sidrap yang juga Ketua Umum Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Sidrap,  mendukung penuh kegiatan tersebut. 

    "Peran pemuda sangat diharapkan demi kesuksesan kegiatan ini, sebab pemuda sebagai kelompok masyarakat yang memiliki potensi kreativitas dan kemampuan berinovasi, menjadi modal besar dalam menopang kelangsungan hidup UMKM," Ujar Imam Ismail. 

    Dirinya juga berharap kegiatan agar pelaksanaan kegiatan ini bisa berkelanjutan agar menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah. "Insya Allah kegiatan ini aka  kami kawal dengan, ini demi UMKM Sidrap agar lebih unggul," pungkasnya.

    ,


    SIDRAP, ARUSMUDA.COM --
    Dewan Pengurus Daerah Jurnalis Online Indonesia (JOIN ) Kabupaten Sidrap kembali mengadakan pertemuan di Kedai Boegisto, Pangkajene Sidrap. Minggu (8/8/202), siang tadi. 

    Dalam pertemuan itu, DPD JOIN Kabupaten Sidrap membahas terkait persiapan jelang pelantikan Dewan Pengurus Daerah masa periode tahun 2021 hingga 2023 mendatang. 

    Di tempat itu, Kadir A. Setiawan, CPI selaku pemegang mandat Ketua DPD JOIN Sidrap dan beberapa pengurus JOIN Sidrap lainnya membahas kesiapan awal jelang pelantikan pengurus JOIN Sidrap. 

    “Iya, pertemuan tadi membahas kesiapan pengurus jelang pelantikan." Sebutnya. Lanjut Kadir, "Bahwa pertemuan ini bertujuan untuk menjalin hubungan keakraban sesama pengurus JOIN Sidrap yang berhimpun dalam profesi jurnalis." 

    “Hal itu dilakukan untuk mensolidkan kepengurusan demi kemajuan dan pengembangan organisasi JOIN  khususnya di DPD Kabupaten Sidrap." Tutupnya.

    , ,


    TAKALAR, ARUSMUDA.COM -
    Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Sarekat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Kabupaten Takalar mempunyai nahkoda baru. Untuk Masa Jihad 2021-2025, Muhammad Alwi Rahman terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Cabang lanjutan di Galesilong, 30 Juni 2021. 

    Sebelumnya, Musyawarah Cabang  ke-III SEMMI Takalar berlangsung pada Sabtu-Ahad (26-27/06/2021) di Gedung PKK Takalar dalam rangkaian Konferensi Akbar Bersama front pemuda Syarikat Islam Indonesia (SII) mengalami deadlock. 

    "Dalam Konferensi Akbar, Kanda Saharuddin terpilih menjadi ketua Pemuda Muslimin Indonesia Takalar dan dinda Muhammad Asmin di SEPMI Takalar. Sementara SEMMI Takalar ditunda hingga tiga hari," terang Demisioner SEMMI Takalar, Ahmad Abdul Basyir. 

    Lanjut Ahamd, "Tapi Alhamdulillah, setelah penundaan, teman-teman menyepakati secara aklamasi, Muhammad Alwi Rahman menjadi ketua baru di SEMMI Takalar." 

    Di tempat yang sama, Muhammad Alwi Rahman sebagai nakhoda baru di SEMMI Takalar membenarkan keterangan Ahmad dan menegaskan komitmennya untuk membawa SEMMI Takalar menjadi lebih baik lagi. 

    "Saya bersyukur dan berterimakasih kepada seluruh senior dan para kader yang memberikan kepercayaan untuk membawa SEMMI Takalar lebih baik. Amanah ini, Insyaallah akan saya jalankan sebaik-baiknya," ungkapnya.  

    Dia pun berharap, "semoga para senior selalu memberikan arahan dan bimbingan kepada kami agar tetap berjalan dalam koridor Trilogi Gerakan SII." Tandasnya. 

    Untuk mendampingi Alwi, musyawarah juga menyepakati untuk mendudukkan seorang kader militan dan progresif SEMMI, Henri sebagai Sekretaris Umum dan Yuli Wahyuni sebagai Bendahara Umum.





    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Abdul Hayat Gani resmi menakhodai Pengurus Daerah Pemuda Panca Marga Sulawesi Selatan Periode 2021 -2025 setelah dilantik secara resmi oleh Ketua Umum PPM Samsir Siregar, Ahad (26/06/2021) di Makassar. 

    Abdul Hayat Gani, juga sebagai ex officio Komandan Resimen Yudha Putra XXI Sulsel terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Daerah ke IX PPM Sulawesi Selatan yang berlangsung di tempat yang sama sejak sabtu. 

    Sekretaris Daerah Provinai Sulawesi Selatan ini resmi memegang tongkat Komando PPM Sulsel, menggantikan Agus Arifin Nu’mang yang merupakan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan periode 2014-2019. 

    Adapun susunan kepengurusan dan personalia PPM Sulsel periode 2021-2025. Hasil keputusan formatur Musda PPM Sulsel 

    Ketua dan Wakil Ketua

    Dr. Abdul Hayat Gani, M.Si (Ketua PD PPM Sulsel), Prof Dr. Arifuddin Mannan (Wakil Ketua)P, ProfDr. Sukardi Weda (Wakil Ketua), Dr. Arfat Rasyid, SH., MH (Wakil Ketua), Andre Arif Bulu, SE (Wakil Ketua), Andi Hatta Lantara (Wakil Ketua), Ir. Hj. Andi Herfida Attas, M.Si (Wakil Ketua), dr. Muhammad Ichsan Mustari, M.Kes (Wakil Ketua), Dr. Ir Arfa Palu, ST (Wakil Ketua).

    Sekertaris dan Wakil Sekertaris

    Dr. Iqbal S Suhaeb, MT (Sekertaris PD PPM Sulsel), Takdir Amir, SE (Wakil Sekertaris), Erwin Robert Mone (Wakil Sekertaris), Dr H. Nurdin Tajri, SH,.MH (Wakil Sekertaris), Ir. Sjamsuar Arsyad (Wakil Sekertaris), Ahmad Fauzan Agus, SE (Wakil Sekertaris), Hj. Hairani (Wakil Sekertaris), Dr. Takdir Kasau, SH.,MH (Wakil Sekertaris), Drs. H. Andi Ahmad Saransi, M.Si  (Wakil Sekertaris).

    Bendahara dan Wakil Bendahara

    Kaharuddin Asis, SE.,M.Si (Bendahara PD PPM Sulsel), Abu Bakar Idris, SE Wakil Bendahara.Hj. Herlinda Nur, SE Wakil Bendahara.Ir. Agu Thalib Edwansyah Wakil Bendahara.Drs. Idham Betta Wakil Bendahara 

    Komposisi Biro

    Biro Organisasi dan Keanggotaan, Koordinator Biro: Hasan Kuba. Biro Bela Negara 4 Pilar Kebangsaan dan Perintis Kemerdekaan, Koordinator Biro: Anwar. Biro Pendidikan dan Pelatihan Dr. Muchlis Mallajareng, MPD. Biro Libang dan IPTEK, Koordinator Biro: Dr. Muhammad Hasrul, SH,.MH. Biro Hukum dan HAM, Koordinator Biro: Andi Patatondra, MH. Biro Kerjasama Hubungan antar Lembaga, Koordinator Biro: Dr. Andi Mulyono Caco, SE. Biro Koperasi dan UMKM, Koordinator Biro: Mansyur Masa. Biro Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Koordinator Biro: Erwin Maulana Nyompa. Biro Pemuda dan Penanggulangan Nafsha, Koordinator Biro: Andi Bayu Dewabrata Mappajantji. Biro Olah raga dan Seni budaya, Koordinator Biro: Drs. Muhammad Ridwan, M.Si. Biro Tenaga Kerja dan Kewirausahawan, Koordinator Biro: Antho Batara. Biro Pemberdayaan Masyarakat Perempuan dan Perlindungan Anak, Koordinator Biro: Dr.dr.Hj. Fitriah Zainuddin, M.Si. Biro Kesehatan dan Kesra, Koordinator Biro: Dr. dr. Ampera Matippanna, SKed.,MH. Biro Perlindungan dan Jaminan Sosial, Koordinator Biro: Nur Hasan SK,.SH,.M.Kes. Biro Informasi dan Komunikasi, Koordinator Biro: Umar Hankam. Biro Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana, Koordinator Biro: Muhammad Alam Arsyad




    , , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Ketua Pemuda Panca Marga Provinsi Sulawesi Selatan, yang juga mantan Gubernur Sulawesi Selatan, Agus Arifin Nu’mang mengajak Ketua DPD KNPI Sulsel, untuk menyatukan Pemuda di Sulawesi Selatan.

    Hal tersebut disampaikan oleh Agus di hadapan Nurkanita yang merupakan ketua DPD KNPI Sulsel saat memberikan sambutan pada pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke IX, Pemuda Panca Marga (PPM) Sulsel, Sabtu (25/06/2021) di Makassar.

    “Kami yang ada di sini sudah berumur, tapi semangat tetap ada masih mengurus organisasi kepemudaan yang merupakan himpunan keluarga pendiri negara kesatuan republik Indonesia,” ujar Agus.

    Menanggapi hal tersebut, Nurkanita mengucapkan selamat dan sukses penyelenggaran Musda PPM Sulsel, menurutnya, ini suatu kebahagian tersendiri buat rekan-rekan Pimpinan Cabang PPM se-Sulsel.

    "Ada kebanggaan saya hadir dalam Musda PPM ini, orangtua kita para pejuang kemerdekaan Legium Veteran Republik Imdonesia (LVRI) hadir dalam kegiatan ini," ucap Kanita.

    Lanjutnya, “Sesuai arahan Gubernur Sulawesi Selatan saat pembukaan tadi bahwa, PPM dan KNPI harus bersinergiritas dalam membangun restorasi sosial ditengah masyarakat kita dimasa pandemi COVID-19."

    Nurkanita juga menegaskan bahwa selama masa pandemi ini KNPI Sulsel telah berkolaborasi dengan teman-teman PPM dalam kegiatan sosial di tengah masyarakat.

    , ,


    TAKALAR, ARUSMUDA.COM -
    Konferensi Cabang IV Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar yang berlangsung di Gedung PKK Kabupaten Takalar, 26-27 Juni 2021 akhirnya memilih kembali Syaharudin, S.Pd.I., M.Pd. sebagai Ketua Umum untuk Masa Jihad 2021-2024.

    Agenda sidang pleno pemilihan yang berlangsung Ahad (27/06/2021) dinihari berlangsung alot sebelum akhirnya menetapkan Syaharudin dan jajaran kepengurusan baru pada pukul 04.10 wita subuh.

    Syaharuddin terpilih setelah mendapatkan persetujuan dari proses syuro atau musyawarah internal formatur, sebagai mekanisme pemilihan ketua dalam organisasi kepemudaan yang merupakan front Syarikat Islam Indonesia ini.

    Dalam sambutannya seusai terpilih Syaharudin menyampaikan ke seluruh kader Pemuda Muslimin Indonesia agar senantiasa menjaga kekompakan, merawat nilai perjuangan, dan mengedepankan sikap musyawarah sebelum menetapkan keputusan.

    “Saya mengajak seluruh saudara-saudari menjaga nama baik organisasi Pemuda Muslimin Indonesia dengan menjaga kekompakan, merawat nilai-nilai perjuangan, dan mengutamakan musyawarah." Tutur Sahar.

    Sementara itu, Rahmat Manakku yang didapuk menjadi Sekretaris Umum mengatakan bahwa eksistensi organisasi Pemuda Muslimin Indonesia harus dibangun dari komunikasi internal dan eksternal yang baik.

    "Kami akan menjaga nilai-nilai perjuangan dengan mengutamakan semangat kolaborasi. Inilah kebutuhan organisasi saat ini." Pungkasnya. 

    ,


    OPINI, ARUSMUDA.COM -
    Pada awal abad ke-20 dakwah Islam di Indonesia ditandai dengan munculnya organisasi-organisasi dakwah yang pada masa berikutnya berkembang menjadi organisasi masa (ormas) Islam di antaranya: SyarIkat Islam Indonesia, Muhammadiyah, Al-Irsyad, Persatuan Islam (Persis), Nahdhatul Ulama (NU), Persatuan Umat Islam (PUI), Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti), Mathla’ul Anwar, Jam’iyyah Al-Washliyah, Nahdhatul Wathan (NW), Lembaga Dakwah Syarikat Islam Indonesia(LDSII) dan sebagainya. Kalau dilihat secara negatif, munculnya organisasi-organisasi tersebut mencerminkan perpecahan umat Islam. Akan tetapi, bila kita melihatnya melalui cara pandang yang benar, maka kita akan melihatnya sebagai kekayaan dakwah Islam di Indonesia yang sangat luar biasa.

    Dakwah Islam adalah dakwah yang komprehensif, mencakup berbagai aspek dalam kehidupan manusia seperti ekonomi, kebudayaan, politik, sosial, pendidikan, pemikiran, dan sebagainya. Selain itu, dakwah pun harus menyentuh semua manusia di berbagai tempat. Demikian tuntutan dakwah Islam. Bila cara pandang ini kita gunakan untuk melihat lahir dan berkembangnya lembaga dakwah ormas-ormas Islam, maka kita akan mengerti bahwa keberadaan ormas-ormas tersebut memang dibutuhkan dalam konteks dakwah Islam di Indonesia, sebab setiap ormas lahir dengan kekhasan dakwah masing-masing. Kita lihat contoh-contoh gerakan masing-masing dengan mainstream gerakannya.

    Sekilas Sejarah HMI KORKOM IKIP JKT/UNJ

    HMI didirikan di Yogyakarta pada 5 Februari 1947 yang diprakarsai oleh Lafran Pane. HMI merupakan organisasi mahasiswa Islam yang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia. Sejarah HMI menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari sejarah Indonesia dan umat Islam di Indonesia. Hal ini disebabkan karena sikap HMI yang memandang Indonesia dan Islam sebagai satu kesatuan integratif yang tidak perlu dipertentangkan. Bila membicarakan sejarah HMI maka tidak terlepas dari sejarah bangsa Indonesia itu sendiri. Sejarah HMI merupakan bagian dari sejarah bangsa Indonesia, dimulai dari mempertahankan kemerdekaan, penumpasan PKI pada masa Orde lama dan dilanjutkan sejarah Indonesia pada masa orde baru.

    Menurut Agussalim Sitompul dalam buku Sejarah dan Perjuangan HMI (1947-1975) menjelaskan bahwa latar belakang berdirinya HMI ada tiga faktor, yaitu: Pertama, situasi Negara Kesatuan Republik Indonesia. Kedua, kondisi umat.Islam Indonesia. Ketiga, situasi dunia perguruan tinggi dan kemasiswaan.Sedangkan menurut Budi Riyoko, di samping tiga faktor di atas, terdapat satu faktor lain yang melatarbelakangi berdirinya HMI, yaitu situasi dunia internasional.Sampai saat ini HMI masih tetap hadir dan memberikan peranannya pada bangsa Indonesia.

    Dalam perjalanannya hingga sekarang, HMI mengalami dinamika perjuangan seperti yang diungkapkan oleh Agus Salim Sitompul dalam bukunya Sejarah Perjuangan HMI (1947-1975) dan diperbaharui dalam buku Historiografi HMI (1947-1995), menurutnya ada lima fase perjuangan HMI, yaitu:

     1) Fase Perjuangan Fisik (1947-1949)

    2) Fase Pertumbuhan dan Konsolidasi Bangsa (1949-1963)

    3) Fase Transisi Orde Lama dan Orde Baru (1963-1966)

    4) Fase Pembangunan dan Modernisasi Bangsa (1966-1998)

    5) Fase Pasca Orde Baru (1998-saat ini)

    Sesuai dengan fase-fase tersebut, HMI di IKIP Jakarta tidak terlepas dari Jakarta sebagai Markasnya PB HMI, awalnya IKIP  Jakarta bagian dari FKIP UI dan pada Tahun 1964 berdiri sendiri dengan nama IKIP JAKARTA dan kampusnya juga bersebelahan dengan UI Tahun, Ketua Umum  PB HMI pernah menjabat Rektor IKIP Jakarta Prof.Deliar Noer aktivis HMI IKIP Jakarta yang juga angkatan 1966 seperti Arief Rachman,Basry Siregar, Asmaniar Z.Idris,Awaludin Sikumbang,Azis Ritonga dan generasi berikutnya tahun 1970-1980 an ada Zainal Abdin Urra,Kastolani,Fahmi Idris,Zaghlul Yusuf,Thamrin Abdullah,Muchlis R,Fuad Abdillah,Slamet Muhaimin,Achmad Ridwan, Ba’lawi Nuad, Ris Muhammad Tohbayu,Zainullah Muluk,Dharsono Sumarjo,Djaid, Prastowo Sidhi, Hud Sholeh,Farid Wajdi Shan dan A.Matiin

    Sampai dengan tahun  1990 hingga penulis selesai studi di IKIP Jakarta, HMI KORKOM IKIP JAKARTA/UNJ di telah berkembang menjadi 5 komisariat yakni FIP (M.Sholeh Ket.Kom), FPIPS (Anwar M Ket. 1 Kom), FPBS (Iwan K. Hamdan), Ket. Kom FMIPA (Darojat Ket. Kom), FPTK (Nursupriyanto Ket. Kom) dan FPOK (Raffles Hujar Ket. Kom).

    HMI dan Orde Baru

    Sebagai bagian yang ikut andil dalam proses kelahiran Orde Baru dengan bergabung dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), ketiga organisasi mahasiswa Islam ini mengawali dengan optimis. Salah satu yang disuarakan oleh gerakan mahasiswa yang tergabung dalam KAMI adalah agar PKI dibubarkan, tuntutan itu dikabulkan oleh Orde Baru. Gerakan mahasiswa juga berharap banyak pada Orde Baru. Tetapi dalam perkembangannya, gerakan mahasiswa juga dikecewakan dengan berbagai kebijakan Orde Baru 

    Di antara kebijakan yang secara langsung bersinggungan dengan dunia mahasiswa antara lain: 1. SK KOPKAMTIB No. 02/Kopkam/1978 yang isinya membekukan Dewan Mahasiswa. 2. Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 0156/U/1978 yang melarang aktivitas mahasiswa di bidang politik dan hanya memperbolehkan diskusi-dikusi akademik di kampus. 3. Instruksi Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi No. 002/DK/Ins/1978 yang menempatkan seluruh kegiatan mahasiswa berada di bawah kendali Pembantu Rektor III—yang dibantu oleh Pembantu Dekan III. Instruksi ini juga memutuskan pembentukan sebuah Badan Koordinasi Kampus (BKK) yang memberikan kewenangan bagi pimpinan kampus untuk memberi sanksi kepada aktivis mahasiswa atau membubarkan sebuah organisasi mahasiswa yang dianggap menggangu stabilitas politik, dan 4. Instruksi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 1/U/1978 dan Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No.037/U/1979 yang menyatakan pembubaran Dewan Mahasiswa dan membatasi kegiatan mahasiswa hanya dalam aspek hobi, keilmuan, dan keterampilan.

    HMI Korkom IKIP Jakarta dan LDK Musholla Mahasiswa

    Mensikapi NKK/BKK, aktifis HMI IKIP Jakarta menjadikan ruang dakwah lebih dinamis di Musholla Mahasiswa sebagai unit kegiatan minat Kerohanian Islam Mahasiswa  tingkat Institut dan Kerohanian Islam Tingkat Fakultas dan Jurusan/Prodi, yang penulis amati masa akhir tahun 1980-an dan awal 1990-an antara aktifis HMI IKIP Jakarta dan Musholla Mahasiswa IKIP Jakarta seperti dua sisi mata uang bersinergi menyuarakan dakwah Islam di kalangan mahasiswa, terlebih ikhtiar pemberantasan buta huruf Al-Qur’an dan Mentoring Agama Islam di kalangan Mahasiswa Islam dalam bentuk penguatan basis dan pengembangan wawasan keislaman di samping kegiatan rutin PHBI, Kajian Ramadlan In Campus. Pada fase ini singkat kata sinergi, penguatan manajerial dan kepemimpinan juga di gawangi HMI Korkom IKIP Jakarta dan aktifis Musholla Mahasiswa IKIP Jakarta di samping sering melaksanakan LDK,Intermediate Trainng , juga Coaching Instruktur kerjasama dengan Rayon RATU.

    HMI MPO di IKIP Jakarta

    Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) merupakan organisasi utama dari Himpunan Mahasiswa Islam. Himpunan Mahasiswa Islam itu sendiri merupakan Organisasi Mahasiswa Islam terbesar di Indonesia. Penambahan istilah MPO ini lahir saat menjelang kongres HMI ke-16 yang diselenggarakan di Padang, Sumatera Barat pada tanggal 24-31 Maret 1986 

    HMI mengalami perpecahan internal sebagai akibat dari represi dari rezim Orde Baru yang memaksa penerapan Azas Tunggal Pancasila. HMI yang semula hanya berazaskan Islam terbelah menjadi dua kubu, yaitu antara kubu yang tetap mempertahankan azas Islam dengan kubu yang berusaha mengikuti perintah Presiden Soeharto mengubah azasnya menjadi Pancasila. Kubu yang tetap mempertahankan azas Islam dalam HMI kemudian menamakan diri dengan Himpunan Mahasiswa Islam-Majelis Penyelamat Organisasi disingkat HMI-MPO. Sedangkan kubu yang mengikuti perintah Presiden Soeharto sering disebut HMI-DIPO, dikarenakan Sekretariat Pengurus Besarnya yang berada di Jalan Diponegoro. HMI-MPO lebih senang menamakan diri sebagai HMI 1947, karena mengacu pada tahun pendirian Himpunan Mahasiswa Islam yang sejak awal menetapkan Islam sebagai azas organisasinya.

    Pada mulanya MPO merupakan nama sekelompok aktivis kritis HMI yang prihatin melihat HMI yang begitu terkooptasi oleh rezim orde baru. Kelompok ini merasa perlu bergerak untuk mengantisipasi intervensi penguasa pada HMI agar HMI mengubah azasnya yang semula Islam menjadi pancasila. Bagi aktivis MPO, perubahan azas ini merupakan simbol kemenangan penguasa terhadap gerakan mahasiswa yang akan berdampak pada termatikannya demokrasi di Indonesia.

    Untuk menyampaikan aspirasinya, mula-mula forum MPO ini hanya berdialog dengan PB (pengurus besar) HMI. Akan tetapi karena tanggapan PB yang terkesan meremehkan, maka akhirnya MPO melakukan demonstrasi di kantor PB HMI (Jl. Diponegoro 16, Jakarta). Demonstrasi tersebut ditanggapi PB HMI dengan mengundang kekuatan militer untuk menghalau MPO. Beberapa anggota MPO ditangkap oleh aparat dengan tuduhan subversif. Akhirnya simpati dari anggota HMI mengalir dan gerakan ini menjadi semakin massif.

    Akhirnya dalam forum kongres di Padang pada tanggal 24-31 Maret 1986. HMI terpecah menjadi dua, yaitu HMI yang menerima penerapan asas tunggal (HMI-DIPO) dan HMI yang menolak asas tunggal (HMI-MPO), dan tetap menjadikan Islam sebagai asas organisasi. Selanjutnya kedua HMI ini berjalan sendiri-sendiri. HMI DIPO eksis dengan segala fasilitas negaranya, dan HMI MPO tumbuh menjadi gerakan bawah tanah yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan negara. Pada periode 90-an awal HMI MPO adalah organisasi yang rajin mengkritik kebijakan Rezim Orba dan menentang kekuasaannya dengan menggunakan sayap-sayap aksinya yang ada di sejumlah provinsi.

     Sayap aksinya yang terkenal antara lain adalah FKMIJ (Forum Komunikasi Mahasiswa Islam Jakarta) dan LMMY (Liga Mahasiswa Muslim Yogyakarta) di Jogyakarta tempat berkumpulnya para aktifis demokrasi LMMY merupakan sebuah organisasi masa yang disegani selain PRD dan SMID. Aksi solidaritas untuk Bosnia Herzegovina di tahun 1990 yang terjadi di sejumlah kampus merupakan agenda sayap aksi HMI MPO ini. Aksi demonstrasi menentang SDSB ke Istana Negara dan DPR/MPR pada tahun 1992 adalah juga kerja politik dua organ gerakan tersebut sebagai simbol melawan rezim.

     Aksi penolakan terhadap rezim orde baru di Jogyakarta merupakan bukti kekuatan HMI MPO dimana aksi 2 dan 3 April 1998 yang menjadi pemicu dari gerakan selanjutnya di Jakarta. Pada peristiwa pendudukan gedung DPR/MPR tanggal 18-23 Mei 1998, HMI MPO adalah ormas satu-satunya yang menduduki gedung tersebut di hari pertama bersama FKSMJ dan FORKOT yang kemudian diikuti oleh ratusan ribu mahasiswa dari berbagai universitas dan kota hingga Soeharto jatuh pada 21 mei 1998. Pasca jatuhnya Soeharto, HMI MPO masih terus demonstrasi mengusung gagasan perlu dibentuknya Dewan Presidium Nasional bersama FKSMJ.

    Tahun 1984-1986 Aktifis   yang berperan menegaskan Islam sebagai Azas Perjuangan di  HMI MPO di IKIP Jakarta seperti : Slamet Muhaimin,Ba’lawi Nuad,Ris Mohammad Toh Bayu, Zainullah Muluk,Prastowo Sidhi dan yang lainnya.

    Mensikapi wacana Senat Mahasiswa Tk.Perguruan Tinggi di acara Simposium  yang di selengggarakan IKIP Jakarta Th.1989 Aktifis HMI Korkom IKIP Jakarta/Musholla Mahasiswa di Gd.K, Akhina Iwan Kusuma Hamdan,Endang Sidik Permana dan Muhammad Sholeh  di kenal militansinya dengan menyumbangkan pemikiran walau beradu argumentasi dengan teman aktifis dari kelompok semar.

     Dalam kondisi kebijakan pemerintah yang tidak mendukung pada keleluasaan gerakan mahasiswa, muncul arus baru gerakan mahasiswa Islam yang dikenal dengan gerakan dakwah kampus, atau LDK yang menjadi organisasi formal atau intra kampus. Kehadiran LDK ini bersamaan dengan maraknya gerakan dakwah di kalangan umat Islam pada sekitar tahun 1980an. Gerakan dakwah kampus ini berkembang dengan pesat dan membentuk sebuah wadah bersama yang diberi nama Forum Silaturrahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), aktifis HMI Korkom IKIP Jakarta/Musholla Mahasiswa, turut membidani untuk wilayah Barat di Masjid Salman ITB 1988(Hadir Bambang Setiawan,Achmad Sutrisno,Anwar Musadat,Raffles Huzar) dan Deklarasi LDK Kampus Tingkat Nasional(FSLDK) Nara Sumber :Prof.Dr.Deliar Noer dan Ustadz Abbas Aula di IKIP Malang/Unbraw Malang Jawa Timur Th.1989 (Hadir Mohammad Sholeh,Endang S.Permana,Anwar Musadat dan Solichin Subekti)

     Perkembangan LDK ini secara tidak langsung berpengaruh terhadap dinamika gerakan mahasiswa Islam yang ada sebelumnya, tetapi karena wilayah kerjanya berbeda (LDK menjadi organisasi intra-kampus) maka pengaruhnya tidak begitu signifikan terhadap organisasi seperti HMI, PMII, dan IMM (organisasi ekstra-kampus). Di beberapa kampus, kehadiran LDK justru dijadikan mitra oleh organisasi ekstra kampus.

    FSLDK yang tumbuh berkembang sejak tahun 1980-an inilah melalui FSLKD menjelang tumbangnya Orde Baru membentuk wadah perjuangan bersama dan kemudian menjadi organisasi ekstra kampus bernama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), dan pada tahap berikutnya LDK juga bisa dikaitkan dengan dibentuknya organisasi lain pada tahun 2004 bernama Gema Pembebasan. Kehadiran organisasi yang tumbuh pesat pada era refomasi ini mampu menggeser popularitas dan basis kampus yang telah didominasi oleh organisasi yang telah ada sebelumnya, pergeseran ini terutama terjadi di Perguruan Tinggi Negeri non agama, dan PTAIN, khususnya di fakultas atau jurursan eksakta.

    Kondisi politik yang bebas dan ekonomi yang makin baik menghadirkan kelas menengah baru di kota-kota yang mencari pegangan hidup, dalam hal ini Islam memberi jawaban praktis melalui pola dan karakter gerakan baru yang cenderung formalis dan praktis. Sebagai organisasi Islam, semua organisasi mahasiswa yang dibahas di sini memiliki corak atau karakter keislaman. Karakter atau corak keislamannya inilah yang berpengaruh bagi organisasi teresebut dalam meraih simpati mahasiswa. Organisasi-Organisasi yang telah lahir dan tumbuh sejak awal kemerdekaan Indonesia karena banyak terlibat langsung dalam dinamika sejarah Indonesia, maka karakter keisalamannya cenderung lebih kontekstual dan substansif. Tetapi kecenderungan baru umat Islam (khususnya di kalangan mahasiswa) yang muncul dan marak pasca reformasi membuat organisasi ini sedikit berkurang peminatnya.

    Relasi keagamaan organisasi lama terebut bisa dilacak pada dua organisasi Islam dominan lain di Indonesia, seperti NU dan Muhammadiyah. Sedangkan organisasi yang lahir belakangan, cenderung lebih normatif dan praktis, dan karakter keislaman yang dikembangkan bisa dilacak melalui relasi kultural keagamaan yang identik dengan gerakan Islam trans-nasional, seperti LDK dan KAMMI dengan Ikhwanul Muslimin dan Gema Pembebasan dengan Hizbut Tahrir.

    HMI dan Masa Depan Ummat/Bangsa

    Di setiap kesuksesan dalam sebuah pertempuran pasti ada syarat-syarat sukses yang terpenuhi. Begitu juga ketika mengalami kekalahan, pasti ada sebab. Sebabnya adalah tidak memenuhi syarat-syarat untuk sukses. Begitulah siklus hidup yang berlaku bagi individu maupun komunitas. HMI saat lahirnya sudah mendeklarasikan diri sebagai sebuah lembaga non profit, semua kadernya diberi beban yang sama. Melakukan proses perkaderan demi keberlangsungan lembaga ini di masa-masa yang akan datang. Banyak sekali organisasi yang bubar, kini hanya menyisakan puing sejarah akibat dari proses perkaderan yang tidak berjalan secara maksimal. Ini alasan yang kuat kenapa HMI masih ada, meskipun di setiap pergantian kepengurusan di tingkatan komisariat sampai PB selalu dinamis. Dengan berhasilnya HMI melewati setiap etape dinamis itulah kader-kadernya semakin teruji mentalnya di semua tingkatan pengabdian.

    Di setiap peringatan Milad HMI, semua kader dianjurkan untuk merefleksikan perjalanannya sejauh ini. Beban apa saja yang sudah dimenangkan, mengevaluasi sebab-sebab kekalahan. Memproyeksikan ulang agar kader HMI terus eksis di masa yang akan datang . Gerakan sosial di masyarakat adalah gerak untuk memperoleh pengakuan akan identitasnya. Sebab, pengakuan adalah salah satu kebutuhan mendasar manusia, kata Axel Honneth seorang filsuf Jerman. Pernyataan Honneth ini cukup kompatibel dengan semangat HMI dalam mengajarkan kader-kadernya untuk mengabdikan diri di semua sektor dan lapisan. Meskipun, terdapat beberapa kejadian yang mendistorsi semangat awal lahirnya HMI. Tapi secara umum, dinamika HMI adalah gerak agar diakui kontribusi konkritnya untuk ke-Islaman dan ke-Indonesiaan.

    Tahun 2021 HMI, sebuah usia yang matang akibat menempuh perjalanan yang tidak singkat. Jika dibanding dengan usia republik dan kontribusi HMI untuk mengisi kemerdekaan, kita belum terlalu jauh dalam mengayunkan langkah. HMI harusnya sudah melakukan imajinasi baru. Memulai sebuah mimpi yang diproyeksikan dengan sungguh-sungguh dan menjawabnya. Tantangan ke depan semakin besar, syarat-syarat untuk sukses juga semakin berat. Itulah sebabnya, satuan waktu yang kita gunakan untuk memproyeksikan kejayaan HMI di masa yang akan datang haruslah panjang. Jika kita menginginkan bangsa ini terus berjalan, HMI harus sudah berimajinasi melampaui usia bangsanya.

    Merancang agenda-agenda besar jangka panjang. Tahun 2012 Erdogan meletakkan tahapan penting dari keberhasilan ekonomi Turki sekarang. Dia berani melakukan transformasi besar-besaran di Turki, berpindah dari sistem Liberal Sekulerisme ke sistem yang lebih mendekati Islami. Merubah negara the sick man in ureopa yang penduduknya banyak miskin ini menjadi kaya raya. Erdogan membuat rencana yang lumayan panjang.mengevaluasinya setiap 5 tahun sekali. Sebelum Turki merubah kebijakan negaranya, terlebih dahulu mereka mengukur jarak mereka dengan negara-negara maju seperti Amerika dan negara-negara Eropa dalam bidang agama ,ekonomi, teknologi, dan militer.

    Jarak itulah yang dijadikan titik tolak untuk mengejar ketertinggalan. Tahun 2018 kemarin, Turki lakukan evaluasi atas rencana mereka dalam mengejar ketertinggalan yang sudah berjalan hampir setengah abad. Dan hasilnya, Turki yang tadinya adalah negara miskin itu kini bermetamorfosis menjadi sebuah kekuatan baru yang cukup disegani dunia. Pelajaran yang bisa diambil oleh HMI dari sebuah langkah besar yang dilakukan Erdogan di Turki adalah penggunaan satuan waktu yang panjang dalam merancang agenda besar HMI ke depan. Terutama dalam konteks mewujudkan masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

    Rancangan agenda jangka panjang itu bertujuan agar HMI tidak berjalan di tempat. Pergantian kepengurusan tidak hanya siklus tahunan yang tidak menghasilkan apa-apa. Tapi momentum yang cukup strategis untuk memulai. Malik Ben Nabi seorang filsuf Aljazair mengatakan “keberhasilan besar dalam sejarah selalu berkaitan dengan besarnya gagasan sebagai pemicu keberhasilan tersebut”. Erdogan tidak hanya menggunakan satuan waktu yang besar, tapi juga dia cerdas meletakkan gagasan besarnya dalam menatap masa depan Turki yang kita lihat sekarang. Saat kita ingin mendeklarasikan bahwa HMI akan terus ada demi mewujudkan Al-Quran dan Sunnah Rasululloh . Kita mesti berfikir dalam satuan waktu yang panjang juga.

    Saat ini HMI adalah waktu yang tepat untuk merancang agenda besar dalam satuan waktu yang panjang. Dinamika internal mesti mendewasakan setiap kader. Riak-riak internal haruslah dimaknai sebagai bumbu penyedap dari suatu masakan yang hendak matang. Kita harus sudah selesai secara internal. Agar agenda besar jangka panjang bisa dirancang secara bersama-sama. Dari harapan itulah yang mendorongnya mendeklarasikan sebuah organisasi yang merepresentasikan mahasiswa islam meskipun mendapatkan tantangan dimana-mana. Sebagai kader, kita semua harus bertanggungjawab dalam merawat harapan yang diberikan pendiri-pendiri HMI.

    Syarat untuk sukses dan tetap bertahan relatif masih kita pertahankan, yaitu dengan terus adanya perkaderan di tingkatan yang paling bawah. Tapi, kita tidak boleh berjalan di tempat tanpa memikirkan alternatif jalan yang lebih cepat untuk sukses. Membuat proyeksi jangka panjang agar kita tidak tampak berjalan di tempat. “Seorang jenderal yang kuat dengan pasukan yang lemah atau seorang jenderal yang lemah dengan pasukan yang kuat adalah pertanda kekalahan.” Begitu kata Sun Tzu. Antara anggota di lapisan paling bawah dan kader-kader yang diberi amanah berada di posisi-posisi struktural di tingkatan paling atas sampai bawah mesti saling bersimbiosis. Kita harus kuat semunya, tantangan ke depan bagi HMI semakin besar dan menantang.

    Baru-baru ini di Malaysia dilangsungkan sebuah pertemuan yang inisiatifnya datang dari Mahatir, Erdogan dan Imran dari Pakistan. Konklusi dari pertemuan itu kira-kira ingin mengeluarkan dunia Islam dari keterpurukan. Memang benar, secara empiris dapat kita lihat bahwa hampir seluruh konfilik kemanusiaan di dunia saat ini terjadi di dunia Islam, korbannya tentu ummat Islam juga. Belum lagi gerakan islamophobia yang sudah semakin mewabah bukan hanya di dunia barat tapi juga merangsak masuk ke negara-negara Asia, India, Myanmar, China adalah contohnya dan masih banyak negara Asia yang lain.

    Organisasi Konferensi Islam (OKI) yang semestinya berperan aktif dalam memproteksi kepentingan ummat Islam justru tidak berdaya dibawah agresi meliter yang dilakukan barat atas dunia Islam. HMI tidak boleh terlalu lama hidup di pinggir sejarah, realitas hari ini mendesak kita untuk keluar dan lebih bermanfaat lagi. Bukan hanya untuk ummat dalam negeri, tapi juga berguna bagi dunia. Ini adalah saat yang tepat dalam mewartakan penghapusan penjajahan di atas dunia. Dengan Islam , HMI mesti hadir sebagai duta untuk perdamaian dunia. Masa depan bangsa atau dunia dalam cakupan yang lebih besar ada di tangan anak-anak muda.

    HMI sebagai organisasi yang diisi anak-anak muda yang cerdas sudah saatnya membuat sebuah lompatan jauh. Sambil memenuhi persyaratan-persyaratan untuk sukses dalam menuntaskan tanggung jawab keummatan dan kebangsaan. HMI adalah gerakan peradaban, elemen penting dari kebudayaan Indonesia. Terima atau tidak, HMI begitu banyak meninggalkan sidik jari bagi perkembangan sejarah Indonesia. Para pendiri dan angkatan awal adalah para ideolog yang meletakkan dasar betapa pentingnya kader harus terdistribusi secara proporsional ke semua sektor.

    Orientasi perkaderan HMI sudah saatnya dirancang untuk melahirkan kader yang dapat mengisi sektor-sektor yang mengalami defisit. Menjadi pengusaha contohnya, padahal ini juga profesi yang sangat penting dalam menopang terwujudnya masyarkat adil makmur. Meskipun ada satu atau dua organisasi internal yang dibentuk dalam rangka mewadahi alumni-alumni yang berprofesi pengusaha. Belum ada progres yang berarti ke akar rumput (komisariat-komisariat). Menjadikan HMI visioner adalah bahagian penting proyeksi masa depan. Agar kita tidak lagi mengandalkan proposal dalam setiap penyelanggara kegiatan. Langkah yang demikian ini, juga bahagian dari mengeluarkan HMI dari keputusan-keputusan organisasi yang kerap mendapatkan intervensi dari luar. Caranya adalah, ke depan kurikulum perkaderan kita haruslah dipikirkan ulang, agar kader tidak hanya menumpuk di satu profesi Peradaban dunia terus bergerak, tepat seperti diutarakan Samuel Huntington.

    Peradaban seumpama patahan lempeng tektonik yang terus bergeser dan pada waktunya berbenturan satu sama lain sehingga menimbulkan guncangan hebat. Sudah saatnya HMI mempersiapkan kader-kadernya menghadapi tantangan global. Kader perlu juga di dorong untuk melanjutkan studi ke manca negeri. Agar setelah pulang dapat memberikan khasanah baru bagi perkembangan ilmu pengetahuan di dalam negeri. Rosulullah dengan tepat mendiagnosa kekalahan dan akibat-akibat kekalahan di perang Uhud itulah pasukan Islam selalu menang di peperangan-peperangan setelahnya. Masa depan HMI, kesuksesan hanya akan kita raih jika kita betul-betul memenuhi sebab-sebab agar sukses.

    Catatan Dakwah di IKIP JKT/UNJ, respon pasca  Sillaturrahiem Alumni HMI MPO IKIP Jakarta/UNJ, 8 Juni 2021 di Masjid Kampus Attaqwa Rawamangun Jakarta Tmur

    Anwar Musaddad, Alumni HMI

    Pengalaman Organisasi:

    1. Ketua I HMI Komisariat FPIPS IKIP Jakarta 1986 – 1987

    2. Sekretaris Umum  Lembaga Dakwah Kampus (LDK MM)  IKIP Jakarta 1989 – 1990

    3. Kabid I Lembaga Dakwah Kampus  (LDK MM) IKIP Jakarta 1988 – 1989

    4. Koor. PHBI Lembaga Dakwah Kampus  (LDK MM) IKIP Jakarta 1987-1988

    5. Mide Formatur HMJ Sejarah/Ketua DEPSOSPEN HMJ Sejarah FPIPS IKIP Jakarta 1986-1987

    Pengalaman Pelatihan

    1. Mental Training  Lembaga Dakwah Kampus (LDK MM)  IKIP Jakarta 1985

    2. Basic Training– Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta 1986

    3. Basic Training Senat Mahasiswa FMIPA IKIP Jakarta 1987 

    4. Intermediate Training – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta 1988

    5. Coaching Instruktur – Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta 1988

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Abdul Aziz, Politik Islam Politik Pergulatan Ideologis PPP Menjdi Partai Islam, Yogyakarta: Tiara Wacana, 2006. ,

    Varian-Varian Fundamentalisme Islam di Indonesia, Jakarta: Diva Pustaka, 2006.

    2. Abdul Munir Mulkhan, Perubahan Perilaku Politik dan Polarisasi Umat Islam 1965-1987 Dalam Perspektif Sosiologis, Jakarta: Rajawali Press, 1991.

    3. Adi Surya Culla, Patah Tumbuh Hilang Berganti: Sketsa Pergolakan Mahasiswa dalam Politik dan Sejarah Indonesia (1908-1998), Jakarta: Rajawali Press, 1999.

    4. Agussalim Sitompul, Menyatu dengan Umat Menyatu dengan Bangsa Pemikiran Keislaman – Keindonesiaan HMI (1947 - 1997), Jakarta: Logos, 2002. ,

    5. Sejarah Perjuangan HMI (Tahun 1947-1975), Surabanya: Bina I lmu, 1976.

    6. Ahmad Mansur Suryanegara, Api Sejarah 1,Bandung: Salamadani, cet. V, 2012.

    , ,


    PINRANG, ARUSMUDA.COM -
    Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Kelurahan Pallameang, Kecamatan Matiro Sompe kab. Pinrang pada tanggal 28 Mei 2021. Kegiatan pengabdian yang diketuai Ahmad Yusran Aminy melaksanakan Pelatihan Tata Letak dan K3 pada bengkel permesinan.

    Kegiatan pelatihan tersebut diikuti oleh pemilik dan karyawan bengkel dan sejumlah nelayan. Peserta sangat antusias mengikuti materi tentang pentingnya tata letak fasilitas di bengkel dan pentingnya Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (K3) di bengkel. Selain K3 Mekanik, juga diberikan pengetahuan K3 Kebakaran dan K3 Listrik.

    Selain melaksanakan pelatihan, juga diserahkan alat2 K3 dan  Alat pelindung Diri (APD) untuk bengkel Hairul di Pallameang pinrang  seperti apar, pelindung muka, dan sarung tangan las. Ketua tim pengabdian, Ahmad Yusran menyampaikan harapannya agar pengetahuan K3 yang didapatkan bisa diterapkan di tempat kerja masing masing.

    Lurah Pallameang, Fajrin Ardiansyah menyampaikan ucapan terima kasih atas kegiatan pengabdian ini, "Masyarakat kelurahan kami sangat membutuhkan pelatihan keterampilan seperti pengelasan dan permesinan, mungkin bisa menjadi program pengabdian ke depan", ungkapnya.

    Kegiatan pengabdian ini masih akan dilanjutkan dengan pendampingan Penerapan Tata Letak dan K3 di salah satu bengkel permesinan.

    , , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kota Makassar menyatakan dukungannya kepada Baihaqi Zakaria untuk maju sebagai calon Ketua Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel pada kongres mendatang.

    Dukungan tersebut disampaikan Caretaker PC Pemuda Muslimin Indonesia Kota Makassar, Abe Abrar, Rabu (26/05/2021). Abe menilai Baihaqi yang saat ini menjabat sebagai Ketua II PW Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel adalah sosok yang tepat melanjutkan estafet kepengurusan Pemuda Muslim Sulsel.

    ”Insha Allah Makassar sudah clear, kita akan mendukung Baihaqi Zakaria melihat rekam jejaknya dalam merawat organisasi selama satu periode kepengurusan ini,” kata Abe.

    Abe mengatakan, sebelumnya sudah mengamati beberapa pengurus wilayah yang memiliki peluang untuk maju sebagai ketua sebelum mengambil keputusan untuk memberikan dukungan kepada Baihaqi.

    Untuk merealisasikan dukungan tersebut, Abe mengatakan siap untuk mengajak dan berkomunikasi ke semua Pemuda Muslimin Indonesia di tingkat cabang se-Sulawesi Selatan.

    Sumber: edunews.id

    , ,


    TAKALAR, ARUSMUDA.COM -
    Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar menggelar konsolidasi jelang perhelatan Kongres Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, di Pantai Boe' Desa Mappakolompo, Kecamatan Galesong, Kabupaten Takalar pada Selasa, 25 Mei 2021 siang.

    Dalam acara yang diikuti puluhan kader dan pengurus, Ketua PC Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar, Syaharuddin, S.Pd.I., M.Pd. mengatakan, bahwa agenda tersebut merupakan pra kondisi menjelang Kongres Wilayah Pemuda Muslim Sulsel.

    "Konsolidasi ini tentunya salah satu agenda untuk mematangkan kesiapan dan persiapan menuju kongres wilayah" ujar Syahar

    Lanjutnya, bahwaa pada pertemuan tersebut Pemuda Muslimin Indonesia Takalar berkomitmen untuk mengusung kadernya bertarung di Kongres wilayah nanti.

    "Melalui konsolidasi ini, kami sepakat mendorong kader PC Takalar, Zaid Ali dan Baihaqi Zakaria untuk maju sebagai calon ketua PW Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel," bebernya

    Menurutnya, kedua kader yang mereka usung itu, tentunya merupakan kader-kader PC Takalar yang sangat berpotensi dan cocok memimpin Pemuda Muslimin Indonesia di Sulsel.

    , ,


    BANTAENG, ARUSMUDA.COM -
    Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan akan segera menggelar Kongres Wilayah pada bulan Juli 2021.

    Hal tersebut disampaikan Ketua Umum PW Sulael, Muhammad Kasman, S.E., M.Si. usai menghadiri pelaksanaan Konferensi Cabang Kabupaten Bantaeng, 23 Mei 2021.

    "Iya, kita akan segera gelar Kongres Wilayah, sudah terlalu lama kita menunda kegiatan ini. Insya Allah akan kita gelar secara hybrid, untuk mensiasati masa pandemi." Terang Kasman.

    Menurutnya, seharusnya Kongres Wilayah untuk Sulawesi Selatan sudah digelar sejak 2018 silam, namun tertunda hingga masuk masa pandemi, sehingga tak lagi memungkinkan digelar.

    Lanjut Kasman, "Pimpinan Cabang juga sudah pada siap mengikuti Kongres Wikayah secara hybrid, tinggal kita menyelesaikan mekanismenya secara teknis di tnlingkat panitia pengarah. Setelah itu, kita jalan." 

    Mengenai nama-nama yang akan muncul menjadi kandidat menggantikannya, Kasman enggan berspekulasi. Baginya, itu menjadi ruang dinamika bagi pimpinan cabang sebagai pemegang hak suara.

    "Kemungkinan akan muncul nama yang menguat saat Kongres Wilayah sudah dekat. Kita punya banyak kader potensial, terutama yang saat ini menduduki jabatan di Pimpinan Wilayah maupun Pimpinan Besar." Ujar Kasman.

    Saat ditanya soal siapa yang menurutnya paling berpotensi, secara diplomatis Kasman menyebut beberapa nama. "Bisa saja Muhtar yang saat ini Sekum Wilayah, bisa juga Zaid yang Ketua I, atau Baihaqi Ketua II, atau malah Kartomas yang saat ini Wasekjen di Pimpinan Besar. Banyaklah." Pungkasnya.

    ,


    BANTAENG, ARUSMUDA.COM -
    Konferensi Cabang ke-2 Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Bantaeng yang berlangsung 23 Mei 2021, memilih Faisal, S.T. sebagai Formatur/Ketua Umum Pimpinan Cabang untuk masa jihad 2021-2024 M.

    Untuk mendampingi Faisal, Konferensi juga menetapkan Suhardi, S.Pd.I menjadi Wakil Ketua, Aenul Zulkarnain sebagai Sekretaris, dan Nur Anditha selaku Bendahara, sekaligus sebagai mide formatur.

    Selanjutnya tim formatur dengan didampingi oleh 3 orang dari Pengurus demisioner akan menyusun struktur kelembagaan dan personalia kepengurusannya paling lambat 3 x 24 jam sejak Konferensi berakhir.

    Pelaksanaan sidang-sidang Konferensi dikawal langsung oleh Ahmad Rusaidi, S.Pd.I. (Kabid Pengembangan Organisasi), berlangsung sederhana, dengan dihadiri perwakilan PW, PC demisioner, serta kader lepasan Marhala Ula.

    Seusai Konferensi, Kamaruddin, S.Pd.I., M.Pd. mengungkapkan Harapan besarnya agar pengurus baru dapat mengembann amanah dan membesarkan Pemuda Muslimin Indonesia di Kab. Bantaeng yang terdiri atas 8 Kecamatan, 46 desa dan 21 Kelurahan.

    Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada rombongan dari PW Provinsi Sulsel dan memohonkan doa untuk saudara alm Ahmad Mukhlis, S.Pd I (Sekretaris PC Bantaeng yang telah meninggal dunia setahun yang yang lalu).



Top