, , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Peristiwa pengeboman yang terjadi di Gereja Katedral Makassar, Jalan Kartini, Kota Makassar, Sulawesi Selatan pada ahad (28/03/2021) pagi tentu tidak dibenarkan oleh ajaran agama atau paham apapun apapun.

    Ketua Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan, Fahrul Rizal mengutuk keras aksi teror di Gereja Katedral Makassar tersebut.

    “Apapun dan siapapun itu, Kita mengutuk keras  yang namanya tindak teror,” tegas Fahrul Rizal dalam keterangan tertulisnya kepada arusmuda.com, ahad (28/03/2021).

    Pria yang akrab disapa Ichal itu mengungkapkan, peristiwa pengeboman adalah tindakan teror yang meresahkan ketertiban umum yang mengancam nyawa banyak orang.

    Ichal menilai, tindakan teror itu sangat bertolak belakang dengan nilai-nilai ajaran agama apapun.

    “Kejadian itu sangat tidak manusiawi dan bertentangan dengan nilai ajaran agama manapun yang ada di negeri ini,” jelas Ichal.

    Oleh karena itu, Ichal mengajak semua pihak untuk melawan tindakan tero itu. Ia meminta masyarakat agar tidak mengaitkan aksi pengeboman itu dengan SARA.

    “Mari lawan tindak teror dalam bentuk apapun dan siapapun itu dan tidak dikaitkan dengan SARA,” ujarnya.

    “Mari percayakan kepada pihak berwajib untuk mengungkap identitas pelaku dan aktor utama di balik kejadian tersebut, Lawan tindak teror, Mari jaga persatuan Bangsa,” imbuh Ical.

    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Pengurus Wilayah Ikatan Wartawan Online ( PW IWO) Sulawesi Selatan menghimbau media online, untuk tetap berpegang pada Pedoman Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik.

    Hal ini disebutkan guna menyikapi dugaan bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar, Minggu pagi (28/3). Melalui keterangan persnya, Zulkifli Thahir menegaskan himbauan tersebut.

    "Kami menghimbau pada Media Online atau Daring agar tetap berpegang teguh pada Pedoman Media Siber dan Kode Etik Jurnalistik dalam memberitakan peristiwa bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar", tegasnya, (28/3).

    Ketua IWO Sulsel ini menambahkan, dalam pemberitaan media online dihimbau untuk tidak mempublikasikan foto - foto korban penggemboman tanpa adanya blur atau menutup foto korban, demikian juga foto potongan tubuh manusia di lokasi kejadian.

    Hal ini dapat menimbulkan kekhawatiran pada pembaca media online.Terlebih lagi, jika tidak dibarengi dengan narasumber yang bisa dipertanggungjawabkan maupun instansi berwenang, paparnya.

    Sebelumnya, disebutkan bahwa telah terjadi peristiwa bom bunuh diri dimana dilokasi kejadian terdapat potongan tubuh manusia yang berserakan, serta terdapat kerugian materil akibat ledakan yang ditimbulkan.

    Disebutkan Pastur Wilhelmus Tulak, bahwa sebelum kejadian bom bunuh diri di depan pagar Gereja Katedral, pelaku sempat dilarang masuk oleh securiti Gereja sehingga pelaku tidak sempat menempatkan bom tersebut di dalam Gereja Katedral dan pada akhirnya meledak yang diduga bersama dengan pelaku.

    Sampai saat ini, ada 9 korban akibat dugaan bom bunuh diri dan telah menjalani perawatan di RS.Pelamonia, RS Stella Maris, dan RS Bhayangkara. Sementara lokasi kejadian perkara telah diberi police line dan pihak Gereja Katedral meniadakan ibadah hari ini.

    , , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Pemuda Muslimin Indonesia meminta agar warga Makassar untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian pasca meledaknya bom di depan Gereja Katedral di Makassar, Ahad (28/03/2021) pagi tadi, saat sebagian warga Makassar sementara menjalankan ritual ibadah Minggu.

    "Kami harap warga tetap tenang, dan menghadapi kejadian ini dengan kepala dingin, serta jangan memperkeruh suasana." Seru Ketua I PB Pemuda Muslimin Indonesia, Muhammad Kasman beberapa waktu lalu di Makassar.

    Pihaknya juga meminta masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait pihak yang berada di balik kejadian ini dan berharap agar warga mempercayakan penanganan kasus ini kepada pihak kepolisian.

    Menurut Kasman, kejadian ini menjadi batu uji bagi kadar toleransi dan kekuatan persaudaraan sesama warga Makassar yang selama ini terkenal dengan budaya sipakatau (saling memanusiakan) dan sipakainge' (saling mengingatkan).

    "Kami juga berharap agar pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus ini, sehingga tidak menimbulkan gejolak sosial di tengah masyarakat." Pungkasnya.


    , , ,


    JAKARTA, ARUSMUDA.COM -
    Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) memastikan, Haris Pertama tetap sebagai Ketua Umum KNPI yang sah dan sesuai AD/ART.

    Hal ini menyikapi adanya segelintir oknum pengurus yang menggelar rapat pleno di Hotel Mewah The Ritz Carlton Jakarta, Sabtu, 6 Maret 2021.

    Rapat pleno tersebut dipimpin Wakil Ketua Umum DPP KNPI Ahmad A. Bahri dengan agenda mencopot Haris Pertama dari jabatan ketua umum.

    "Pertama-tama kami sampaikan bahwa DPP KNPI di bawah Ketum Haris Pertama sampai saat ini solid. Pertemuan di hotel Ritz Carlton itu bukan merupakan rapat pleno DPP KNPI. Itu hanya pertemuan biasa saja," ujar Ketua Bidang Hukum DPP KNPI Medya Rischa Lubis, Minggu (7/3/2021).

    Menurut Medya, Rapat Pleno KNPI ada aturan mainnya sesuai AD/ART KNPI."Dan bukan ujug-ujug rapat, pasang spanduk, bawa palu, terus mengambil keputusan tok tok lalu dianggap sah, salah kaprah mereka itu. Ada aturan mainnya, antara lain harus kuorum yaitu 50% + 1 suara pengurus, kedua harus disetujui 2/3 OKP dan 2/3 DPD provinsi yg berhimpun, ketiga harus ada usulan tertulis disertai alasan pemberhentian. Lha ini pertemuan di RC hny hadir 40an orang, sementara pengurus 800 org lebih mau kuorum dari mana??,"ungkap Medya.

    Selain itu, Rapat Pleno juga harus persetujuan DPD dan OKP. Oleh karena itu dia menegaskan, DPP KNPI akan mengambil sikap tegasq terhadap sekelompok oknum pengurus tersebut.

    "Jadi upaya-upaya perpecahan seperti ini jangan sampai mencoreng soliditas di antara pemuda se-Indonesia. Tentunya sebagai Ketua Umum Mandataris Kongres KNPI Bogor, Haris Pertama tidak akan tinggal diam dan mengambil sikap serta memecat oknum-oknum dalam pertemuan ilegal di Hotel Ritz Carlton kemarin," pungkasnya.

    Sumber: inilah.com

    , , ,


    JAKARTA, ARUSMUDA.COM -
    Ketua Umum Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia ( KNPI ), Haris Pertama dicopot dari jabatannya itu melalui rapat pleno di Hotel The Ritz-Carlton, Jakarta, Sabtu (06/03/2021). Adapun rapat pleno Pengurus Pusat KNPI itu dipimpin Wakil Ketua Umum Ahmad A Bahri.

    Bahri mengatakan ada sejumlah pelanggaran yang dilakukan Haris terhadap anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD/ART) KNPI. "Pertama, pelanggaran pada Pasal 23 ART terkait pengambilan keputusan dan sikap organisasi tidak melalui Rapat Pleno DPP KNPI," ujar Bahri dalam keterangannya kepada wartawan.

    Adapun kedua, kata dia, pelanggaran Pasal 38 AD dan 35 ART KNPI terkait tata kelola keuangan dan harta benda organisasi yang tidak berjalan secara transparan dan akuntabel. "Karena itu, Forum Pleno KNPI memutuskan memberhentikan Bung Haris Pertama sebagai Ketua Umum DPP KNPI 2018-2021 dan mengangkat dan memutuskan Bung Mustahuddin sebagai Pelaksana Tetap (Plt) Ketua Umum DPP KNPI 2018-2021," jelasnya.

    Sementara itu, Mustahuddin usai ditetapkan sebagai Plt Ketum KNPI mengatakan usai keputusan itu diambil maka Haris Pertama tidak berhak memakai atribut dan mengatasnamakan diri sebagai baian KNPI. "Saudara Haris Pertama tidak berhak lagi memakai atribut dan simbol2 organisasi KNPI karena sudah diberhentikan/dipecat sebagai Ketua Umum DPP KNPI," tegasnya.

    Mustahuddin mengaku akan segera menyusun komposisi kepengurusan baru. "(Pengurus baru) hanya mengisi beberapa kekosongan, intinya tidak banyak perubahan," pungkasnya.

    Sumber: sindonews.com 

    ,


    ESAI, ARUSMUDA.COM -
    Saudaraku, banyak orang mencari kehormatan dalam gelar dan jabatan tanpa memenuhi nilai-nilai prinsipil dan tanggung jawab dari kedudukannya. "Aib terbesar," kata Juvenalis, "ketika kamu lebih mementingkan penghidupan ketimbang harga diri, sementara demi penghidupan itu sendiri engkau telah kehilangan prinsip-prinsip kehidupan."

    Sutan Sjahrir, salah seorang negarawan-pemikir terbaik bangsa ini, sejak lama merisaukan fenomena seperti itu. Dalam catatan harian dari balik penjara, dengan nama samaran Sjahrazad, yang dibukukan dalam Renungan Indonesia, Bung Sjahrir menulis, "Bagi kebanyakan orang-orang kita 'yang bertitel'—saya pakai perkataan ini akan pengganti 'intelektuil', sebab di Indonesia ini ukuran orang bukan terutama tingkat penghidupan intelek, akan tetapi pendidikan sekolah—bagi 'orang-orang yang bertitel' itu pengertian ilmu tetap hanya pakaian bagus belaka, bukan keuntungan batin. Bagi mereka ilmu itu tetap hanya suatu barang yang mati, bukan hakekat yang hidup, berubah-ubah dan senantiasa harus diberi makan dan dipelihara."

    Masalah kegilaan pada titel (gelar) tanpa kedalaman ilmu, yang dicatat Bung Sjahrir pada 20 April 1934 itu, situasinya tidak tambah membaik, bahkan memburuk. Gelar-gelar akademis dikejar banyak orang sebagai pelengkap jabatan. Lebih parah lagi, banyak dosen/peneliti memburu gelar profesor tanpa merasa perlu mempertanggungjawabkan kapabilitas keilmuannya. 

    Kegilaan banyak orang juga berlangsung dalam perlombaan mengejar jabatan kenegaraan. 

    Berbagai cara dilakukan orang untuk meraih kekuasaan dan jabatan. Namun, tatkala kedudukan itu diraih, mereka tak sungguh-sungguh menyadari bahwa dirinya pejabat yang harus bertanggung jawab atas kehormatannya.

    Perpaduan antara kegilaan atas gelar dan jabatan tanpa kedalaman ilmu, rasa malu, dan kehormatan membuat negara ini mengalami defisit kemuliaan dan surplus kehinaan. Benar juga kata George Bernard Shaw, "Titel/jabatan memberi kehormatan kepada orang-orang medioker, memberi rasa malu bagi orang-orang superior, dan diperhinakan oleh orang-orang inferior." 

    Yudi Latif. Intelektual Muslim.

    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Memanfaatkan momentum Hari Valentine, Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Negeri Makassar (HMI UNM) menggelar dialog di salah satu warung kopi di bilangan Alauddin Makassar, Selasa, (16/02/2021).

    Dialog yang membahas tema 'Hari Valentine Dalam Perspektif Islam' ini, menghadirkan Ketua Umum Rumah Muslimah Cendekia Makassar (RMCM) periode 2019 – 2022, Suryawati Ningsih Daiman, S.Pd, M.Pd, didampingi oleh dengan Ketua Bidang Perguruan Tinggi dan Kemahasiswaan, Abdul Anas.

    Dalam paparannya, Suryawati Ningsih Daiman mengungkapkan kekhawatirannya bahwa hari kasih sayang tersebut, disalahartikan sebagai hal yang sifatnya negatif.

    "Yang dikhawatirkan, jika valentine itu diartikan sebagai dalam bentuk fisik, seolah-olah semua serba nilai,” kata mantan Ketua Kohati Cabang Makassar ini.

    Oleh karena itu, ia mengajak seluruh kader HMI untuk tidak terjebak pada ungkapan hari valentine yang dipengaruhi oleh pihak asing. “Intinya adalah prinsip harus diperkuat, tentunya dengan dasar agama Islam sebagai dasar kita di HMI."

    Menanggapi hal tersebut, di hadapan peserta dari berbagai kalangan ini, Abdul Anas menyorot bahwa hari Valentine merupakan hasil produk global yang harus diwaspadai.

    “Kita sebagai kader HMI harus mendasari diri dari pengaruh global yang kini berkembang, salah satunya hari valentine,” pungkasnya.


    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Seperti tahun - tahun sebelumnya, perayaan Bulan K3 Nasional Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tahun ini tetap dilaksanakan dengan meriah. Walaupun demikian, ada perbedaan pelaksanaan yang sangat signifikan pada tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Hal ini berkaitan dengan pandemi Covid-19 yang sedang melanda negeri kita sehingga kegiatan yang dilaksanakan secara luring harus dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat dan dengan pembatasan jumlah peserta. 

    Banyak kegiatan yang dilaksanakan dalam rangkaian Bulan K3 tahun ini diantaranya adalah lomba desain Baliho K3, Lomba karya tulis Bidang K3, lomba yel-yel K3, dan lomba cerdas cermat K3. Sebagai puncak acara adalah kegiatan Seminar Nasional K3 dengan tema umum “Penguatan SDM yang unggul dan Berbudaya K3 pada semua sektor” yang dilaksanakan hari ini, Selasa 16 Februari 2021.

    Pada level provinsi Sulawesi Selatan, bahasan seminar difokuskan pada peran K3 dalam meningkatkan daya saing industri di Sulawesi Selatan. Seminar ini kemudian menjadi sangat penting karena yang menjadi pembicara kunci atau keynote speaker adalah Gubernur Sulawesi Selatan, Prof. Dr. Ir. H. M Nurdin Abdullah, M.Agr. dengan topik pembicaraan “Revitalisasi K3 sebagai faktor pendorong peningkatan daya saing Sulsel. 

    Selain itu, seminar ini juga diisi oleh beberapa pembicara yang sangat berkompeten dibidangnya masing masing untuk membahas fokus tema kali ini. Ada Dra. Haiyani Rumondang, MA dari Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan K3 yang membahas tentang Kebijakan Nasional dalam mewujudkan SDM yang unggul dan berbudaya K3 dan ada Kadisnakertrans Prov SulSel, Ir. Andi Darmawan B, M.Dev.Plg yang membahas tentang konsepsi K3 SulSel dalam mendukung peningkatan daya saing dan pencegahan penyebarluasan covid-19.

    Dari sisi perguruan tinggi, pemateri kali ini diwakili oleh Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof. Dr. Ir. Muhammad Arsyah Thaha, MT yang melihat dari sisi Urgensi integrasi standar K3 dalam upaya penyiapan lulusan memasuki dunia kerja sedangkan pandangan dari pihak perusahaan yang diwakili oleh SHE Corporate PT Trakindo Utama, Muhammad Siri melihat komitmen dunia usaha dalam mendukung peningkatan daya saing. 

    Akibat pandemi yang sedang melanda negeri kita, seminar nasional K3 kali ini dilaksanakan dengan dua metode seminar yaitu secara Daring dan Luring. Pada pelaksanaan dengan metode Luring di Hotel Four Point Makassar, jumlah kehadiran peserta dibatasi dan itupun dengan penerapan protokol kesehatan yang sangat ketat. Selebihnya peserta seminar diarahkan untuk mengikuti kegiatan ini secara Daring. Namun demikian, ini sama sekali tidak mengurangi kemeriahan kegiatan seminar ini. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan ini walaupun secara Daring. 

    Ketua panitia seminar, Dr. Aminah AS, M.Kes mengucapkan terima kasih atas banyaknya dukungan dan kerjasama kompak yang diberikan oleh beberapa perusahaan di Sulawesi Selatan atas terselenggaranya kegiatan Seminar Nasional Bulan K3 tahun ini terkhusus kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Selatan, Balai Besar Pengembangan K3 Makassar, Unit Pengkajian dan Pengembangan K3 Fakultas Teknik Unhas, PT Trakindo Utama, Tene an FKS Company, dan Kalla Group. 

    Salah seorang panitia seminar yang juga bertindak sebagai moderator dalam seminar kali ini, Dr. Eng. Ir. Irwan Ridwan ST, MT menambahkan bahwa selain seminar nasional, pada acara puncak Bulan K3 tahun ini juga diumumkan para pemenang dari beberapa lomba yang telah diadakan sebelumnya yang kemudian dirangkaikan dengan pemberian hadiah kepada para pemenang lomba.


    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Koordinator Nasional (Kornas) Korps Pengader (KP) PB HMI 2005-2007, Muhammad Kasman mengungkapkan, proses perkaderan Himpunan Mahasiswa Islam saat ini perlu berbenah dan mampu menjawab tantangan era disrupsi serta mampu menyiapkan kader HMI untuk menghadapi tantangan masa depan.

    Dalam menjawab tantangan di masa mendatang, perkaderan HMI tentu perlu melakukan penyesuaian kebutuhan dan kemampuan adaptasi secara berkesinambungan.

    “Perkaderan HMI harus menjawab tantangan, misalnya bagaimana menyiapkan kader HMI untuk 2045,” kata Kasman dalam live webinar yang diselenggarakan HMIPedia.id, Sabtu (13/02/2021) lalu.

    Hal tersebut, kata Kasman bisa dilakukan dengan mempertimbangkan aspek tantangan baik internal maupun eksternal melalui riset. “Sehingga berbasis data, termasuk data yang valid terkait dengan perubahan yang terjadi,” ucap Kasman.

    Kasman menyinggung konten dalam perkaderan, misalnya dengan Khittah Perjuangan sebagai tafsir asas tentu masih relevan. Namun saat ini, ada lonjakan perubahan di era disrupsi sehingga harus diantisipasi.

    “Materi perkaderan perlu ditambah dengan materi yang berkaitan dengan kebutuhan saat ini dan masa depan, seperti pemahaman terkait operasi algoritma dan pengolahan data statistik,” jelas Kasman.

    Ia juga memaparkan soal pemaknaan yang keliru terkait posisi perkaderan (terutama Latihan Kader) yang selama ini dipandang sebagai kewajiban. Sehingga ada kesan keterpaksaan bagi para mahasiswa Islam.

    “Perkaderan HMI harus dimaknai sebagai sebuah ‘hak’ yang hakikatnya dapat diambil dan dapat pula tidak,” tutur Kasman.

    Selain itu, Korps Pengader sebagai salah satu elemen terpenting dalam mengawal perkaderan akhir-akhir ini masih memiliki beragam kekurangan.

    “Misalnya KPC di berbagai daerah masih belum merata sehingga sangat berpengaruh besar terhadap stabilitas dan kualitas output perkaderan,” urainya.

    Olehnya itu Kasman menegaskan, perkaderan HMI perlu mempertimbangkan aspek riset terkait dengan kebutuhan perkaderan.

    Tentu untuk mendesain perkaderan yang ideal dibutuhkan riset sebagai dasar pertimbangan dalam merumuskan pola perkaderan yang menarik tanpa kehilangan nilai-nilai subtansialnya. Riset yang ada dilakukan salah satunya dengan melihat basis massa di tataran akar rumput (kampus-kampus).

    Senada dengan itu, Kornas KPN 2018-2020, Muhammad Khutub dalam kesempatan live webinar tersebut mengungkapkan, bahwa perkaderan HMI saat ini perlu dikemas dengan mempertimbangkan aspek minat dan bakat mahasiswa.

    “Misalnya perkaderan (LK I) yang dikemas dengan mengakomodir minat dan bakat calon kader. Untuk itu diperlukan variasi dalam rekrutmen kader. Variasi rekrutmen yang dimaksud misalnya dengan membuat komunitas-komunitas kecil sehingga diharapkan dapat menjadi jalur alternatif dalam merekrut kader,” tutur Khutub.

    Terakhir, kata Khutub, konstitusi harus dipahami secara seragam sehingga tiap cabang punya satu panduan dalam menjalankan organisasi seperti dalam memanajemen dan mengola perkaderan. Misalnya dalam hal menafsirkan Khittah Perjuangan. Kader-kader HMI mestinya mempunyai alat dalam membaca serta memahami Khittah Perjuangan.

    Sumber: hmipedia.id

    , , ,


    TAKALAR, ARUSMUDA.COM -
    Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan, Faisal Amir, S.E., M.M. hadir sebagai pembicara dalam Dialog Politik yang digelar Pemuda Muslimin Indonesia, Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI), dan Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) cabang Takalar di ruang pola kantor Bupati, Sabtu (13/2/2021) siang.

    Selain Faisal, Dialog Politik yang membahas tema Politik Islam dan Kesejahteraan ini juga menghadirkan Wakil Bupati Takalar H.Achmad Daeng se’re, dan Ketua umum PW Pemuda Muslimin Indonesia Sulawesi Selatan Muhammad Kasman.

    Dalam kesempatan tersebut, Faisal mengungkapkan bahwa di mana ada perebutan kekuasaan, maka di situ ada proses politik, dan semua proses politik harusnya berujung pada kesejahteraan.

    Terkait politik Islam, menurut Faisal secara formal dimulai saat Nabi Muhammad SAW membangun negara di Madinah. Bahkan diyakini, konstitusi terbaik sepanjang sejarah hingga hari ini, adalah Piagam Madinah yang dibuat oleh Rasulullah.

    Faisal juga mengapresiasi kegiatan yang mayoritas pesertanya adalab kaum muda tersebut, menurutnya sejarah mencatat bahwa perubahan hampir selalu dipimpin oleh pemimpin muda.

    Mantan Ketua PMII Makassar ini mencontohkan Muhammad Al Fatih menaklukkan Konstantinopel di usia 21 tahun, Usamah bin Said menjadi panglima perang di usia 18 tahun, Harun Ar Rasyid menjadi khalifah di usia 20 tahun, ataupun Umar Bin Abdul azis menjadi khalifah di usia 34 tahun. 

    Kegiatan Dialog tersebut dihadiri Ketua Bawaslu Takalar Ibrahim Salim, Ketua GP Ansor Takalar Yardi, perwakilan OKP, dan ratusan peserta dari kader Pemuda Muslimin Indonesia Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI), dan Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) Cabang Takalar. 

    Di hadapan peserta dialog yang dilaksanakan dengan menerapkan protokoler kesehatan ini, ketua Pemuda Muslimin Indonesia Cabang Takalar Syaharuddin, mengungkapkan bahwa kegiatan ini masih menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-61 Kabupaten Takalar.


    , ,


    TAKALAR, ARUSMUDA.COM -
    Wakil Bupati Takalar, H. Achmad Daeng Se're, S.Sos. menyebut bahwa pemuda yang tergabung di Pemuda Muslimin Indonesia adalah pemuda milenial yang termasuk pemuda pemikir, sebab mau memikirkan kemaslahatan umat.

    "Pemuda Muslimin ini adalah pemuda-pemuda millenial yang memikirkan kemaslahatan ummat," Ujar Wabup Takalar yang terkenal ramah dan akrab disapa dengan Haji De'de ini pada Kamis (11/02/2021) siang.

    Haji De'de mengungkap hal tersebut saat menerima kunjungan panitia pelaksana Dialog Politik yang merupakan gabungan unsur Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia, Dewan Pimpinan Cabang Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (DPC SEMMI) dan Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (DPC SEPMI) Kabupaten Takalar.

    Pernyataan tersebut merupakan respon atas penjelasan Ketua Umum Pemuda Muslimin Takalar, Saharuddin S.Pd.I., M.Pd., mengenai kegiatan-kegiatan pendidikan Pemuda Muslimin Indonesia di Takalar yang selama ini dilakukan secara rutin. Seperti Marhala Ula, Dialog Politik, dan Ngaji Filsafat serta Bedah Buku.

    Kunjungan itu sendiri dilakukan panitia pelaksana jelang penyelenggarakan kegiatan Dialog Politik pada Sabtu (13/02/2021) siang di Baruga Imannindori.
    Ruanh Pola Kantor Bupati Takalar dimana Haji De'de menjadi salah satu narasumber.

    Haji De'de yang juga Ketua Karang Taruna Kab. Takalar pun menaruh harapan besar kepada Pemuda Muslimin Indonesia di Takalar agar terus berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan di Kabupaten Takalar menjadi lebih baik.

    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Sebagai salah satu upaya meningkatkan kapasitas kadernya, Muhammadiyah Kota Makassar melalui Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah Kota Makassar menggelar Sekolah Kader Politik Level Muda.

    Kegiatan yang akan diikuti 60 peserta dari unsur Organisasi Otonom (Ortom) Muhammadiyah, seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Pemuda Muhammadiyah, dan Nasyiatul Aisyiyah (Nasyiah), digelar di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Makassar, Jl Gunung Lompobattang, Sabtu dan Ahad, 13 dan 14 Februari 2021.

    Ketua LHKP Muhammadiyah Kota Makassar, Dr H Usman Lonta mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari langkah-langkah sistematis dan terencana untuk menyiapkan kader agar bisa berpartisipasi secara strategis di bidang politik.

    “Sekolah Kader Politik Level Muda ini merupakan pengejewantahan dari program-program LHKP PP Muhammadiyah,” kata Usman yang didampingi Sekretaris LHKP Kota Makassar, Abdul Kadir, beberapa waktu lalu di Makassar.

    Lanjut Usman yang sudah memasuki periode ketiga Anggota DPRD Provinsi Sulsel, “Politik bagi kami adalah ladang amal untuk berbuat kebaikan, ladang untuk menebar manfaat bagi sesama."

    Rencananya, ada beberapa materi dan pemateri yang akan disajikan dalam Sekolah Kader Politik Muhammadiyah tersebut, yaitu Visi Politik Muhammadiyah oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Sistem Politik Muhammadiyah oleh Adi Suryadi Culla (akademisi, dosen Unhas Makassar), Etika Politik oleh Usman Lonta (Anggota DPRD Sulsel).

    Selain itu, juga akan dibahas Geopolitik oleh Buana Raja (akademisi, dosen UMI Makassar), Komunikasi dan Marketing Politik oleh Arqam Azikin (akademisi, dosen Unismuh Makassar), dan Stadium General oleh Ashabul Kahfi (Anggota DPR RI, Ketua PAN Sulsel).


Top