, ,

    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM - Sebagai bentuk apresiasi terhadap khasanah pengetahuan masyarakat bugis, akun instagram lacapila.id menggelar diskusi daring secara rutin membahas masalah warekkeng yang secara sederhana bermakna sesuatu yang digenggam erat. Salah satu aspek yang menjadi pokok bahasannya adalah masalah teologi.

    Secara teologis, orang Bugis menyebut zat adikodrati yang dipahami sebagai Tuhan dengan istilah séuwwaé. Untuk membahas masalah ini, lacapila.id menghadirkan seorang akademisi muda yang juga punya perhatian terhadap pelestarian budaya Bugis, Dr. H. Andi Singkeru Rukka, S.H., S.E., M.H.

    Memulai pembahasannya, pembicara yang karib disapa Etta Aji Singke menguraikan makna kata séuwwaé secara bahasa. Menurutnya, setidaknya ada tiga makna yang terkandung dalam kata séuwwaé.

    Petama, séuwwa bermakna tunggal. Etta Aji Singke mencontohkan penggunaannya dalam kalimat séuwwa tau. Kata séuwwa di sini sama dengan kata séddi atau satu sehingga séuwwa tau bermakna satu orang. Kedua, séuwwa bisa juga diartikan dengan mahluk, misalnya menyebut kata berulang séuwwa-séuwwa, maka maknanya adalah sesuatu.

    Ketiga, kata séuwwa juga bisa diartikan berwujud. Orang Bugis ketika menunjukkan mewujudnya sesuatu akan mengatakan masséuwwa atau ta’lé. Dari sinilah Etta Aji Singke menyimpulkan bahwa bagi orang Bugis, makna ketuhanan lebih pada perwujudan dalam laku keseharian dibanding dengan pembahasan yang rumit, atau diskursus intelektual.

    Pada kesempatan yang sama, Etta Aji Singke juga menegaskan bahwa kebertuhanan orang Bugis bukanlah asimilasi atau pengaruh dari kebudayaan India. Memang, orang Bugis menyebut Tuhan dengan istilah Déwata, tapi menurutnya, itu karena perubahan pembacaan atas kata Déwata dalam tulisan lontara, yang seharusnya dibaca Dé’watang.

    Untuk jelasnya, silakan lihat gambar berikut:
    Dé’watang sendiri bisa dipahami sebagai sesuatu yang tak bertubuh, tak berbadan, tak berwujud. Bila kata Dé’watang disambungkan dengan séuwwa, maka akan ditemukan makna sebagai sesuatu yang tak berwujud tapi mewujud. Menurut Etta Aji Singke, ini berarti bahwa keyakinan orang Bugis pada yang tak berwujud, diwujudkan dalam keseharian, dalam tingkah laku dan perilaku.

    Etta Aji Singke menegaskan bahwa Bugis tidak memiliki model peribadatan yang khas sebagaimana agama Nasrani atau Islam misalnya. Bagi orang Bugis, seluruh aspek kehidupannya adalah perwujudan ibadah yang dituntun melalui pappaseng. Pappaseng ini adalah wasiat, yang membuatnya menjadi sesuatu yang wajib dilaksanakan.

    Menurut Etta Aji Singke, seluruh semesta pappaseng berisi ajaran untuk saling menghormati dan menghargai sesama manusia. Pappaseng ini bisa direfleksikan dalam sulapa’ eppa berikut:
    Sadda mappadupa ada
    Ada mappaddupa gau’
    Gau’ mappaddupa tau
    Sadda itu adalah niat, suara hati, visi, dan keinginan, yang disuarakan dalam ada, lalu melahirkan gau’ atau tindakan. Gau’ lah yang mewujudkan tau atau manusia. Inilah model peribadatan manusia Bugis, melaksanakan papaseng dalam keseharian yang menjadi jalan untuk mewujudkan tau, manusia paripurna.

    Mengenai konsep tau dalam perspektif Bugis, akan dibahas dalam sesi diskusi berikutnya. Selengkapnya untuk sesi ini, dapat disaksikan di kanal youtube Panrita Kitta’

    , ,

    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM - Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan akan menggelar diskusi daring dengan tajuk Halaqah Instagram, sebagai upaya menjaga spirit intelektualitas kader-kadernya.

    Menurut Ketua Bidang Intelektual dan Seni Budaya PW Pemuda Muslimin Indonesia Sulsel, Muh. Asrul Al Fatih (@pojokalithea28) yang akan memandu jalannya diskusi menjelaskan bahwa diskusi ini untuk mengurai sengkarut pemikiran Islam dan liberalisme.

    Diskusi yang akan digelar pada Ahad (28/06/2020) pada pukul 16.15 - 17.15 wita via akun instagram @pemudamusliminsulsel ini, akan menguar tema "Menakar Ulang Liberalisme Dalam Khasanah Pemikiran Islam".

    "Sampai saat ini, posisi liberalisme dalam pemikiran Islam masih dilematis, bahkan MUI sampai mengeluarkan fatwa soal pemikiran ini. Belum lagi gesekan antara kubu fundamentalis dan liberalis kian tajam." Terang Asrul. 

    Lanjutnya, "Bagaimana duduk soalnya? Apa betul liberalisme memang patut diwaspadai? Atau ini justru akibat salah paham belaka? Menjadi pertanyaan-pertanyaan sederhana seputar tema yang kita angkat."

    Halaqah daring ini adalah upaya untuk merunut wacana ini secara jernih, sebab implikasi dari Islam dan Liberalisme itu sendiri tidak hanya sekadar berpengaruh pada cara kita berkeyakinan atas tindak tanduk dalam beragama secara ritual, namun juga lebih pada kehidupan sosial-politik.

    Diskusi yang menghadirkan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat IAIN Manado, Arhanuddin Salim Ph.D. (@arhanuddinsalim) sebagai narasumber ini diharapkan bisa menjadi pemantik untuk menghadirkan diskursus alternatif di antara sumpeknya pemikiran Islam kontemporer. 

    "Semoga diskursus ini tidak terjebak untuk hanya menghasilkan fatwa, tetapi lebih jauh menelaah konsekuensi dari Islam dan kehadiran liberalisme dalam konteks bernegara." Pungkas Asrul. 

    , ,

    JENEPONTO, ARUSMUDA.COM - Hujan deras yang mengguyur kawasan selatan jazirah Sulawesi Selatan sejak jumat (12/06/2020) siang menyebabkan terjadinya banjir dan tanah longsor pada berbagai kawasan di daerah tersebut.

    Bencana tersebut, menyebabkan beberapa daerah yang dilanda bencana, terisolir karena akses jalan yang putus. Bahkan, bencana ini merenggut korban jiwa dan kerugian material yang tidak sedikit.

    Merespon hal tersebut, Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Pemuda Tani HKTI Sulawesi Selatan bergerak cepat membuka posko bantuan dan berharap dukungan dari seluruh dermawan melalui open donasi yang disiapkan.

    DPP Pemuda Tani HKTI Sulsel menyediakan nomor rekening berikut:
    BRI 025001038242500
    BNI 0420321346
    an. Baihaqi Zakaria

    Bagi dermawan yang ingin mengirimkan donasinya, diharapkan menwmbahkan nominal 012 dalam jumlah transferannya, misal: Rp 1.000.012,- dan harapagar bukti transfer bisa dikirimkan ke nomor WA 082292305118 (Baihaqi Zakaria)

    ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM – Sembilan orang Pejabat Fungsional dari berbagai OPD Prov. Sulsel, dilantik oleh Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Abdul Hayat Gani, di Aula Rumah Sakit Umum Daerah Labuang Baji, Kamis, (28/05/2020).

    Dengan memperhatikan protokol kesehatan dengan menjaga jarak, dan semua yang hadir menggunakan masker, pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan tetap dilakukan sebab menurut Abdul Hayat, di masa pandemi proses administrasi harus tetap berjalan.

    “Alhamdulillah, walaupun di tengah wabah Covid-19 ini, proses administratif dan koordinasi untuk pembangunan Sulsel, terkhusus kepada sumber daya manusia tetap bisa terlaksana. Karena itu, kepada saudara-saudara yang dilantik agar dapat memperkuat program pembangunan Sulsel kedepannya,” tuturnya.

    Abdul Hayat juga berharap agar pejabat fungsional yang dilantik untuk mewujudkan reformasi birokrasi. “Dengan dilantiknya pejabat fungsional lingkup Pemprov ini diharapkan pemerintahan kita menjadi kaya fungsi, ramping struktur,” tegasnya.

    Adapun sembilan pejabat yang dilantik berdasarkan Surat Keputusan yang ditandatangani Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah yaitu:
    1.    Rasni Palari sebagai Perawat Madya pada RSUD Labuang Baji;
    2.   Magdalena Rieuwpassa sebagai Perawat Madya pada RSUD Labuang Baji;
    3.   dr. Namira Bachtiar sebagai Dokter Muda pada RSUD Labuang Baji;
    4.   dr. Ichwan Sapta Hadi sebagai Dokter Muda pada RSUD Labuang Baji;
    5.    Sarlin Nur sebagai Arsiparis Madya pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak;
    6.   Andi Darlianti sebagai Pustakawan Muda pada Badan Pengembangan Sumber daya Manusia;
    7.    Hj. Ariati sebagai Arsiparis Madya pada Dinas Sosial;
    8.   Nuraeni sebagai Arsiparis Madya pada Badan Kepegawaian Daerah; dan
    9.   Jumriah sebagai Arsiparis Madya pada Biro Kesejahteraan Rakyat.

    ,


    OPINI, ARUSMUDA.COM - Kaum milenial dalam pendefinisian tulisan kali ini adalah generasi muda yang lahir pada era 1990-an. Generasi ini dirincikan sebagaii remaja/pemuda yang intens melakukan setiap kegiatan menggunakan laptop, smartphone, dan internet, atau dikategorikan sebagai teknologi modern.

    Orang-orang yang lebih memilih hal instan dibandingkan proses yang memakan waktu, atau bahkan apatis (orang-orang yang tidak tahu-menahu terhadap urusan lain). Pendidikan politik sangat penting untuk disampaikan kepada generasi ini.

    Sosialisasi politik diartikan sebagai suatu proses bagaimana memperkenalkan sistem politik pada seseorang dan bagaimana orang tersebut menentukan tanggapan serta reaksi-reaksinya terhadap gejala politik (Raga Maran, 2001:136).

    Proses ini berlangsung selama seumur hidup yang dapat diperoleh secara sengaja melalui keluarga, sekolah dan lembaga-lembaga lainnya. Tapi untuk era saat ini, semua elemen masyarakat berhak untuk mensosialisasikan politik.

    Pemilih pemula secara sederhana didefinisikan sebagai golongan yang untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam pemilihan umum. Hal ini karena mereka baru mendapatkan kartu tanda penduduk resmi sebagai prasyarat untuk memperoleh hak politik. Di Indonesia, kartu tanda penduduk resmi baru dapat diperoleh di usia tujuh belas tahun.

    Pemilih pemula seringkali dianggap penting untuk dibicarakan karena pengetahuan politiknya yang diasumsikan relatif tidak sememadai pemilih yang sudah berusia matang. Oleh karena itu diperlukan adanya sosialisasi politik untuk kaum milenial agar paham akan dunia politik.

    Pemilih pemula sering menjadi sasaran politik transaksional, atau politik uang. Politik uang dalam konteks pemilih pemula bisa berangkat atas inisiatif dari partai politik, tim kampanye, dan para calo politik (political broker). Tetapi, bisa juga berasal dari inisiatif pemilih pemula itu sendiri.

    Jangan lupa, di antara pemilih pemula juga sudah mengenal politik uang serta sumber-sumber dari politik uang tersebut. Hanya saja politik uang di kalangan pemilih pemula cenderung hanya dalam jumlah terbatas, recehan atau eceran.

    Sosialisasi politik diidentikan sebagai proses pedagogis atau pembudayaan insan-insan politik. Sosialisasi politik yang diperoleh dari pemilih pemula melalui jalur formal sebagian besar didapatkan dari mata pelajaran pendidikan kewarganegaraan.

    Namun sebenarnya sosialisasi ini pun dapat dilakukan oleh mata pelajaran lainnya seperti sosiologi dikarenakan mata pelajaran ini pun memiliki kajian politik yaitu dinamakan sosiologi politik.

    Selain itu diperlukan penanaman kecakapan partisipatoris pemilih pemula agar pemilih pemula dapat berpartisipasi dengan dibekali pengetahuan dan nilai-nilai yang diperlukan sebagai insan politik.

    Pandangan-pandangan buruk tentang politik mesti diminimalisir. Untuk pengupayaannya, kita butuh aktor-aktor politik yang memang menjadi anti tesis dari keburukan tersebut.

    Kita kaum milenial sebagai pemilih pemula harus mengetahui dan paham orang-orang yang akan ikut serta dalam pilkada, pileg, atau pemilu. Jangan sampai pilihan kita berikan kepada orang-orang yang tidak mengerti makna politik.

    Kemudian, jajaran KPU harus secara gencar mensosialisasikannya kepada seluruh jajarannya hingga di level bawah, khususnya kepada mereka yang bakal bertugas sebagai anggota Kelompok Kerja Pemungutan Suara (KPPS).

    Sosialisasi politik intensif harus juga dilakukan kepada kaum milenial sebagai pemilih pemula dan juga masyarakat luas melalui berbagai bentuk media massa dan Alat Peraga Sosialisasi (APS) secara masif.

    Pada saat bersamaan KPU dan Dukcapil harus memikirkan cara untuk mengeliminasi dan mencegah penggunaan Suket agar tidak disalahgunakan/dipalsukan.


    Nurul Khofifah P. Mahasiswa Sosiologi Universitas Negeri Makassar.

    Sumber ilustrasi: Kick News

    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM – Pengurus Wilayah Masika ICMI Orwil Sulsel akan menggelar kegiatan halal bi halal dengan tema Idul Fitri, Pandemi dan Konsep New normal

    “Ujian Pandemi Covid telah merevolusi segala pola dari ritual keagamaan relasi sosial bahkan sampai sistem pendidikan. Pandemi menciptakan pemikiran contemporer tentang The New Normal, suatu pola hidup baru yang sepertinya akan banyak mendapat tantangan utamanya pada soal relasi sosial, hal ini yang akan kita diskusikan” tutur Ketua Masika ICMI Sulsel drg Ardiansyah S Pawinru spOrt(K)

    Seperti apa mendalami korelasi Idul Fitri, Pandemi dan Konsepsi The New Normal, untuk itu kata Arsiansyah, Masika ICMI Sulsel akan menggelar Halal BiHalal Masika.

    Direncanakan akan hadir sebagai penceramah Prof Komaruddin Hidayat, mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta 2 periode (2006-2015), kini Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia, (UIII)).

    Juga akan diisi sambutan oleh Prof Dr. H Arismunandar, M.Pd (Ketua ICMI Sulsel) DR. Ferry Kurniansyah (Ketua PN Masika ICMI) drg.Ardiansyah S Pawinru sp.Ort(K) (Ketua Masika ICMI Sulsel)

    Kegiatan yang akan dilaksanakan Sabtu (30/5/2020) Pukul 20.00 WITA via zoom discussion akan dimoderatori Dr Patawari Rahim SH MH, Pengurus Masika ICMI Sulsel/Asdir Pascasarjana UIT.

    Untuk registrasi bisa daftarkan diri melalui https://bit.ly/3gk9jqZ.

    Sumber: Cendekia

    , ,


    MANOKWARI, ARUSMUDA.COM - Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Manokwari menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Barat, Kamis (28/05/2020).

    Demonstrasi yang merupakan kali kedua digelar oleh HMI Manokwari di depan kantor MUI Papua Barat ini berakhir dengan kekecewaan oleh massa yang ingin menyampaikan aspirasi.

    Sebabnya, secara terang-terangan MUI Provinsi Papua Barat, lebih memilih untuk menghadiri undangan pertemuan yang digelar oleh Dewan Masjid Indonesia (DMI) Papua Barat, ketimbang menemui massa aksi di depan kantornya.

    Koordinator Lapangan, Safwan Ashari Raharusun mengatakan, HMI Cabang Manokwari, melakukan aksi pada hari ini bermula dari yang dilakukan tanggal Jumat 22 Mei kemarin.

    “Kami hari ini, kembali hadir di depan kantor MUI Papua Barat, sebenarnya kelanjutan dari aksi pada tanggal 22 kemarin, dan tidak diterima secara baik sehingga kami kembali turun untuk mengawal semua proses itu,” ujar Safwan.

    Sementara itu, Pjs. Ketua Umum Cabang Manokwari, Rahmad Jaya menambahkan, aksi hari ini adalah bentuk kekecewaan HMI kepada MUI, sebab sudah sejak awal ketua umumnya tidak pernah hadir dalam aksi.

    “Kami juga sesali, sejak aksi pertama hingga hari ini, tidak ada itikad baik dari ketua MUI baik Provinsi dan Kabupaten untuk menerima massa,” tuturnya.

    Lebih lanjut Rahmad mengatakan, Wakil Sekretaris Umum MUI sendiri telah memberikan janji untuk mempertemukan HMI dengan ketua, tapi hingga dengan hari ini tak kunjung ditepati.

     “Kami pada prinsipnya tetap mengawal MUI, untuk membersihkan lembaga ini dari politik praktis. Sebab dalam kubu MUI sendiri terdapat pengurus (anggota) dari beberapa partai politik, sehingga akan merusak citra lembaga yang mulia ini,” ungkap Rahmad

    Sebelum menggelar aksi kedua, HMI manokwari telah menggelar pertemuan dengan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda Islam (OKPI) se-Papua Barat untuk menggalang masukan dari OKPI dan beberapa elemen masyarakat yang ada di Manokwari.

    , , ,


    SINJAI, ARUSMUDA.COM – Sebagai sebuah bentuk apresiasi kritis atas jalannya pemerintahan, Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) sebagai bagian dari masyarakat sipil, memberi catatan merah bagi Bupati Sinjai.

    Melalui Ketua Umumnya, Yusri, ada beberapa poin kritis yang diajukan oleh SEMMI Sinjai terkait kinerja pemerintah di Kabupaten Sinjai, Rabu (27/05/2020).

    Pertama. Meninggalnya warga di Kecamatan Sinjai Borong, Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, lantaran pertikaian yang diduga gegara bantuan langsung tunai (BLT) bagi warga terdampak Covid-19.

    Yusri menegaskan bahwa hal itu akibat hilangnya tanggung jawab negara, padahal pada pasal 34 ayat 1 UUD 1945 berbunyi, fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, dilindungi.

    “Dalam hal ini kelalaian pemerintah daerah, Bupati, tapi ini justru berbanding terbalik, mencerminkan keteledoran pemerintah," ujarnya sambil mengingatkan agar pemerintah harus hadir dalam segala persoalan masyarakat bukan malah lepas tangan.

    “Sebelumnya, kami minta bupati Mundur bila tidak mampu urus masyarakat, di situ banyak yang pasang badan, menuduh saya sok-sok. Tapi buktinya, ini merenggang nyawa akibat BLT. Bukti kalau Bupati memang tidak mampu.”

    Kedua. Sinjai Langganan Banjir yang setiap tahun melanda kabupaten di pesisir timur jazirah Sulawesi bagian selatan ini.

    "Ini memakan anggaran studi banding tapi tetap tak ada perubahan," ujar Yusri.

    Ketiga. Lamanya pembangunan Masjid Islamic Center Sinjai, hampir semua sektor pembangunan bermasalah. Sangat berbanding terbalik dengan visi misi Bupati Sinjai.

    "Di bagian infrastruktur misal Islamic Center, pembangunannya sampai hari ini belum usai, malah tambah kacau," imbuh Ketua SEMMI Sinjai.

    “Itu membuktikan kegagalan Bupati memimpin Kabupaten Sinjai,” pungkasnya.

    Sumber: Suara Kita

    , , ,


    JAKARTA, ARUSMUDA.COM - Setelah menyimak dan mempelajari Rancangan Undang-Undang (RUU) Haluan Ideologi Pancasila (HIP), Ketua Harian Markas Besar (Mabes) Laskar Merah Putih (LMP) Burhan Saidi Chaniago mengingatkan kembali niat awal penyusunannya untuk menjaga semangat dan pemahaman ideologi Pancasila.

    Pihaknya menyayangkan mengapa dalam implementasinya, justru RUU HIP menghilangkan hal dasar yang selama ini menjadi acuan untuk tetap dipertahankannya Pancasila sebagai ideologi bagi setiap anak bangsa, yaitu TAP MPRS No. XXV Tahun 1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Pernyataan Sebagai Organisasi Terlarang di Seluruh Wilayah NKRI Bagi Partai Komunis Indonesia dan Larangan Setiap Kegiatan Untuk Menyebarkan atas Mengembangkan Paham atau Ajaran Komunis/Marxisme-Leninisme.

    Burhan juga mempertanyakan mengapa justru HIP mengabaikan TAP MPRS tersebut? Dengan tidak menjadi dasar mengingat diterbitkannya UU HIP tersebut?
    Apakah ini bagian skenario untuk secara pelan dan perlahan justru menghilangkan Pancasila dan memunculkan faham-faham yang dilarang?

    Mengingat pembahasan draf RUU HIP sudah memasuki babak baru, setelah disahkan menjadi usul inisiatif DPR dalam rapat paripurna, Selasa (12/05/2020) kemarin, DPR dan pemerintah bakal mendalami materi muatan dalam draf RUU HIP ini.

    “Tentu ini harus menjadi perhatian serius, bila tidak, maka kami Laskar Merah Putih akan mengambil sikap tegas, menolak bahkan yang sangat fatal akan melakukan aksi demonstrasi besar-besaran di seluruh wilayah NKRI.” Seru Buhan.

    Bahkan pihaknya berkomitmen untuk mengajak seluruh ormas, LSM, Alim Ulama, Tokoh Nasional, serta masyarakat yang cinta NKRI dan Pancasila untuk melakukan perlawanan dan menentang keras munculnya UU HIP tersebut.

    Iya mengingatkan bahwa TAP MPRS XXV/1966 hingga kini belum dicabut, sehingga keberlakuannya masih diakui. Suatu kekeliruan yang fatal jika mengabaikan TAP MPR itu.

    “Dan kalian yang masih berkeinginan memaksakan faham Komunisme, Marxisme & Leninisme sadarlah, bahwa kami tidak akan tinggal diam. Kami akan terus memerangi kalian, kami tahu siapa kalian dan dimana saja saat ini kalian berada.” Seru Burhan lagi.

    “Bagi kami Laskar Merah Putih, dengan dicantumkannya Tap MPRS XXV1966 merupakan upaya menjaga orisinalitas Pancasila dari pengaruh haluan kiri dan kanan, seperti Sosialis Komunis dan Kapitalis Liberalis dan tidak ada tawar menawar, titik!” Ujar Burhan menutup pembicaraan.

    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM – Yayasan Yayasan Gerak Bersama Indonesia (YGBI) bersama Dewan Masjid Indonesia (DMI) Sulsel bekerjasama dengan DPD KNPI Sulsel menggagas Gerakan Masjid Bersih.

    Wujud nyata dari gerakan tersebut ditandai dengan dengan penyerahan bantuan pembersih Masjid secara simbolis oleh Dewan Pendiri sekaligus Ketua Dewan Pembina YGBI, Andi Yuslim Patawari kepada Sekretaris DPD KNPI Sulsel, Andi Surahman Batara, Ahad (24/05/2020) malam.

    Saat penyerahan bantuan tersebut di Sekretariat YGBI di Perumahan Modern Estate, Jl. Tun Abdul Razak, Gowa, Andi Yuslim Patawari (AYP) mengatakan bahwa hal ini sebagai bentuk gerakan bersama dalam menyukseskan gerakan bersih masjid di tengah pandemi Covid-19.

    “Insya Allah mudah-mudahan ini bisa dipergunakan dan bermanfaat untuk menjaga kebersihan masjid-masjid kita,” ujar AYP sambil menaruh harapan agar Gerakan Masjid Bersih ini bisa massif dilakukan di Sulawesi Selatan.

    Seusai menerima bantuan, Andi Surahman Batara memberi apresiasi positif dan siap bekerjasama dengan YGBI dan DMI Sulsel untuk mensukseskan pelaksanaan Gerakan Masjid Bersih ini.

    “Atas nama pengurus KNPI Sulsel, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Yayasan Gerak Bersama Indonesia dan Dewan Masjid Indonesia di bawah pimpinan Mayjen TNI (Purn) Amin Syam atas bantuannya dalam untuk suksesnya gerakan bersih Masjid,” ujarnya.

    “Insya Allah, KNPI Sulsel siap bekerjasama untuk melaksanakan gerakan bersih Masjid ini agar bisa lebih massif di Masjid-masjid di Sulsel,” tutupnya.

    , ,


    TANGERANG, ARUSMUDA.COM – Sebagai bentuk dukungan dan kepedulian tatkala pandemi Covid-19 melanda negeri ini, Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI) Kab Tangerang menggelar aksi sosial berbagi dengan warga sekitar.

    Kegiatan tersebut diwujudkan dalam bentuk membagikan paket sembako dan masker kepada warga yang tidak mendapatkan penyaluran bansos dari pemerintah pusat, Jumat (22/05/2020) sore.

    SEMMI Bergerak menjangkau sedikitnya 5 (lima) kecamatan yaitu Kecamatan Sukadiri, Kecamatan Sepatan, Kecamatan Sepatan Timur, Kecamatan Pakuhaji dan Kecamatan Kosambi.

    Di awal kegiatan, Ketua SEMMI Tangerang, Agus setiawan menegaskan bahwa kegiatan yang dilaksanakan oleh SEMMI merupakan bentuk rasa kepedulian serta solidaritas DPC SEMMI Kabupaten Tangerang kepada masyarakat sekitar.

    “Saya berharap semoga dengan sedikit bantuan ini masyarakat dapat sedikit terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan semoga pandemi ini segera berakhir, karena kami juga rindu berkegiatan dan kuliah seperti biasanya,” ungkap Agus.

    Lanjutnya, “Kami juga mengucapkan banyak terimakasih kepada kawan-kawan , mulai dari mahasiswa, pemerintah setempat, hingga masyarakat umum yang tergerak hatinya untuk turut ambil bagian dalam kegiatan positif ini.”

    Tak lupa, Agus berdoa semoga Allah Swt senantiasa memberikan kesehatan dan rejeki yang berkah bagi berbagai pihak yang turut mensukseskan kegiatan SEMMI Tangerang.

    , ,

    JAKARTA, ARUSMUDA.COM – Pandemi yang berkepanjangan menyisakan dampak sosial serius bagi masyarakat Indonesia. Dalam situasi tersebut, ormas tertua di Indonesia, Syarikat Islam Indonesia hadir ke tengah masyarakat dengan program “Syarikat Islam Indonesia Peduli”.

    Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam Indonesia, KH. Muflich Chalif Ibrahim saat di temui di kantornya di l. Prof. Dr. Latumenten No. 16 Grogol, Jakarta Barat, menjelaskan bahwa kegiatan sosial tersebut telah dilaksanakan oleh organisasi yang dipimpinnya sejak bulan Maret 2020, terutama di wilayah ibukota, Jakarta.

    “Syarikat Islam Indonesia sejak berdirinya 104 tahun lalu hingga kini tetap berkomitmen untuk hadir bersama umat dan masyarakat. Kami menjalankan program SII Peduli dengan memberikan bantuan sembako, masker, dan sebagainya kepada warga terdampak covid-19 di area Jakarta." Tuturnya, Kamis (21/05/2020).

    Salah satu pimpinan Lembaga Persahabatan Ormas Islam (LPOI) ini juga menyampaikan bahwa program SII Peduli juga dijalankan di berbagai daerah pula oleh seluruh cabang-cabang SII se-Indonesia, beserta organisasi-organisasi front-nya.

    “Program SII Peduli tidak hanya dilakukan di pusat, berdasarkan laporan Tim Relawan Penanggulangan Bencana SII terdata ratusan cabang berikut front-front SII melakukan aksi sosial serupa di seluruh Indonesia. Kita bersyukur, semua ikuti intruksi kami dari DPP.”

    Menurutnya, bakti sosial ini terlaksana atas dukungan pihak-pihak yang mendonasikan ke program SII Peduli.

    "Insya Allah, SII Peduli Dampak Covid-19 masih terus menerima dan menyalurkan bantuan dari para donatur/dermawan yang turut peduli baik pengusaha swasta maupun lembaga-lembaga pemerintah.” Pungkas beliau di sela kesibukannya mengarahkan relawan yang mengatur tumpukan paket sembako yang siap edar.


Top