, ,


    MAKALE, ARUSMUDA.COM -
    Kongres XXXVIII atau Kongres Ke-38 Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) pada hari keempat Sabtu (26/11/2022) dini hari di Gedung Tammuan Mali, Patung Peluru, Toraja sempat diwarnai dengan keributan.

    Akibatnya kongres diskors sementara dan akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (26/11/2022) pukul 09.00 Wita. Keributan dan ketegangan dilaporkan mulai memicu aksi kekerasan fisik sesama delegasi. 

    Informasi yang diterima Tribun Toraja, akibat keributan tersebut, seorang delegasi dari cabang Pematangsiantar, Sumatera Utara dilaporkan terluka. Korban kemudian dievakuasi ke klinik medik terdekat dari venue kongres.

    Sementara beberapa oknum delegasi yang emosional, disebut diamankan di posko aparat.

    Informasi lain, delegasi dari Sumatera Utara itu diamankan sementara di Mapolres Toraja, sekitar 400 meter dari venue kongres.

    Diketahui kongres di Toraja digelar selama sembilan hari. Acara pembukaan kongres berlangsung di runway Bandar Udara Pongtiku, Rantetayo, Selasa (22/11/2022).

    Sementara acara penutupan, dan pengukuhan ketua umum terpilih dijawalkan Rabu (30/11/2022) mendatang.

    Sumber: TribunMedan

    , , ,


    Makassar, ARUSMUDA.COM -
    Tanpa hambatan berarti, pelaksanaan Kongres Wilayah X Pemuda Muslimin Indonesia Prov. Sulsel berhasil menghasilkan Pimpinan Wilayah untuk masa Jihad 2022-2026.

    Zaid Ali akhirnya terpilih secara mufakat melalui musyawarah 7 (tujuh) orang tim formatur yang dipilih oleh utusan Pimpinan Cabang yang hadir. Ketujuh anggota formatur adalah 1 orang dari DPP SII, 1 orang dari PB Pemuda Muslimin Indonesia, 1 orang dari PW Sulsel Demisioner, serta empat orang dari PC (Luwu, Sidrap, Sinjai, dan Takalar).

    Selain menyepakati Zaid sebagai Ketua Umum Wilayah, formatur juga menunjuk Rustam sebagai Sekretaris Wilayah, dan Ilham Hs. Sebagai Bendahara Wilayah. 

    Rahmat yang bertindak sebagai juru bicara formatur mengumumkan hasil sidang formatur sambil menambahkan bahwa Ketua, Sekretaris dan Bendahara diberi waktu untuk merampungkan kepengurusan selama 3 (tiga) bulan pasca Kongres Wilayah.

    "Semoga paling lama 6 (enam) bulan ke depan, Pimpinan Wilayah Masa Jihad 2022-2026 sudah bisa menggelar pelantikan, insyaAllah Pimpinan Cabang Kabupaten Sinjai siap menjadi tuan rumah pelantikan." Pungkas Rahmat.

    , ,


    Makassar, ARUSMUDA.COM -
    Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia, Muhammad Kasman meminta agar kader Pemuda Muslimin di Sulawesi Selatan agar menyiapkan diri untuk bisa eksis di era komunikasi.

    "Seperti ramalan Alvin Toffler, hari ini kita sudah berada di gelombang ketiga peradaban, era teknologi. Siapa yang bisa bertahan dari hempasan gelombang ini, adalah mereka yang menyiapkan diri." Tegasnya.

    Menurut Kasman, beberapa waktu lalu, World Economic Forum telah merilis 10 (sepuluh) Jobs skill yang harus dimiliki untuk bisa mengukuhkan eksistensi pada tahun 2025 mendatang.

    Kesepuluh jobs skill tersebut adalah: Analytical Thinking and Innovation; Active Learning and Learning Strategies; Complex Problem Solving; Critical Thinking and Analysis; Berpikir kritis dan anlisis; Creativity, Originality, and Initiative; Leadership & Social Influence; Technology Use, Monitoring & Control; Technology Design & Programming; Resilience, Stress Tolerance, and Flexibility; serta Reasoning, Problem Solving & ideation.

    "Coba saudara perhatikan, ini hal menariknya. Kesepuluh jobs skill yang diperlukan di era teknologi tersebut, justru hanya dua yang terkait dengan teknologi. Delapan jobs skill malah merupakan keahlian yang bisa dibangun melalui keaktifan berorganisasi." Urai Kasman.

    Lanjutnya, "Jadi, bila ada yang menganggap bahwa berorganisasi merupakan hal yang sia-sia dan buang waktu, itu adalah pernyataan yang mengada-ada. Faktanya, pengalaman berorganisasilah yang bisa mematangkan penguasaan kita terhadap berbagai jobs skill." 

    Olehnya, Kasman menyebut bahwa mereka yang aktif berorganisasi adalah orang-orang beruntung dan punya peluang lebih besar untuk bisa sukses ke depan.

    , ,


    Makassar, ARUSMUDA.COM -
    Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menggelar Kongres Wilayah ke X di Hotel Mutiara Khadijah Sudiang, Sabtu-Ahad (26-27 November 2022).

    Perhelatan yang diikuti oleh utusan dari 18 (delapan belas) Pimpinan Cabang yang ada di Sulawesi Selatan, dibuka langsung oleh Ketua III Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia, Ardinal Bandaro Putiah dengan disaksikan oleh Gubernur Sulsel yang diwakili oleh Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat.

    Dalam sambutannya, Ardinal mengingatkan para kader Pemuda Muslimin Indonesia untuk menjaga rasa malu, sebab bila hal itu sudah hilang, maka perbuatan-perbuatan tercela akan dilakukan tanpa merasa bersalah.

    "Kita tidak kekurangan pemimpin yang cerdas, kita kekurangan pemimpin yang tidak memiliki rasa malu. Bukan cuma itu, rakyat kita juga sudah tak lagi menjaga rasa malu tersebut." Lanjut Ardinal.

    Pihaknya mencontohkan, betapa banyak keluarga pejabat yang tak malu menerima berbagai bantuan yang diperuntukkan oleh masyarakat miskin. Di sisi lain, pejabat kita tak malu bila angka kemiskinan di daerahnya tinggi.

    Olehnya itu, Ardinal mengimbau agar kader Pemuda Muslimin Indonesia untuk hadir di tengah-tengah masyarakat kita, berjuang bersama mereka membangun kemandirian ekonomi dan memiliki rasa malu, kehormatan dan bermartabat.

    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Jelang pembukaan Kongres Wilayah X Pemuda Muslimin Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan yang akan digelar pada hari Sabtu, 26 November 2022 di Makassar, beberapa nama yang disebut-sebut potensial memimpin organisasi ini di Sulsel, mulai mempersiapkan diri.

    Makin mendekati hari pelaksanaan kegiatan, perhatian jamaah dari seluruh Pimpinan Cabang di Sulsel mulai mengerucut di dua nama kandidat: H. Zaid, S.Pd.I., M.Pd. dan Kartomas, S.Pd.

    Selain itu, beberapa nama yang disebut sebelumnya, Baihaqi Zakaria, S.Si., Muhammad Asrul Al Fatih, S.IP., M.Kom., dan Abdul Zahir, S.Pd., M.Pd. tampak kalem menghadapi dinamika yang berlangsung.

    Baihaqi sendiri mulai melirik kemungkinan untuk berkoalisi dengan salah satu kandidat unggulan, Zaid yang juga mantan Ketua PC Takalar. 

    "Kita butuh figur yang tenang, untuk menghadapi tahun politik 2024, punya analisa politik tajam, tapi tidak terburu-buru dalam bertindak, dan saudara Zaid adalah orang yang tepat." Ungkap Baihaqi yang merupakan Ketua II PW Sulsel.

    Sementara itu, seakan tak mau kalah, Rustam, salah satu Steering Committee yang menjagokan Kartomas memilih setia pada mantan Ketua PC Maros tersebut.

    Rustam yang juga Ketua Korps Instruktur PC Takalar menjelaskan, "Karena kita menghadapi tahun politik, kita butuh Ketua yang politisi, saudara Kartomas ini merupakan politisi muda potensial dari Maros." 

    Menanggapi dinamika yang terjadi, Ketua Panitia Kongres Wilayah, Firmansyah berharap agar para kandidat tetap mengedepankan prinsip musyawarah untuk mufakat dalam proses pemilihan nanti.

    "Jangan sampai ada saling menciderai, kita adalah saudara seperjuangan. Jangan sampai dinamika yang ada malah merenggangkan ukhuwah dan silaturahim di antara kita." Pungkasnya.

    , ,

    RU


    MANIA, ARUSMUDA.COM -
    Dalam rangka mempromosikan keragaman budaya Indonesia, Lembaga Seni Budaya Batara Gowa dari Kota Makassar menyelenggarakan pertunjukan seni dan budaya bertajuk Indonesian Scent, digelar di Salla Dalles, Bucharest, (14/11/2022).

    Penyelenggaraan pentas seni dan budaya tersebut merupakan hasil kerja sama KBRI Bucharest dengan Nirmal Art, dan bertindak selaku Project Manager, alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (BSBI) Sdr. Victor Nicolae Cioabanu.

    Nirmal Art merupakan asosiasi kelompok profesional yang anggotanya terdiri dari akademisi dan praktisi seni budaya yang berpengalaman dalam menyelenggarakan acara seni dan budaya internasional di Rumania.

    Pertunjukan Indonesian Scent dibuka langsung oleh Duta Besar RI Bucharest M. Amhar Azeth. Dalam sambutannya, Duta Besar menekankan keragaman budaya Indonesia yang ada, selain budaya Jawa dan Bali yang biasa ditampilkan.

    Duta Besar Amhar menjelaskan juga potret pasang surut hubungan bilateral antara Indonesia dan Rumania di berbagai bidang, baik politik, ekonomi, sosial dan budaya.

    “Hubungan kedua negara yang telah terjalin cukup lama mampu menghadirkan berbagai kerja sama yang konstruktif,” katanya.

    Tercatat untuk wilayah Eropa Timur, jumlah wisatawan asal Rumania yang berkunjung ke Indonesia terutama Bali, menjadi salah satu yang terbesar. Dengan hadirnya penampilan seni dan budaya asal Bugis Makassar, diharapkan masyarakat Rumania semakin mengenal keragaman dan kekayaan budaya Indonesia.

    Pentas seni dan budaya dihadiri kurang lebih 200 pengunjung. Tema yang diusung adalah Lino, yang berarti berarti dunia atau alam semesta. Lino menggambarkan perspektif rakyat Bugis - Makassar mengenai konsep kosmologi yang melekat dan dipelihara dalam pemahaman filosofi Sulapa Appa (bujur sangkar), dimana tiap sisi mewakili unsur Api, Air, Tanah dan Udara.

    Dari perspektif inilah, orang Bugis Makassar memandang bahwa alam semesta terdiri dari empat unsur dasar yang terangkai bersama sebagai suatu sistem atau kesatuan yang terjalin rumit namun sangat teratur.

    Rangkaian tari, musik dan ritual yang berlangsung kurang lebih dua jam, menghadirkan tiga pertunjukan, yaitu:


    Empo ri Lino 

    Sebuah komposisi musik yang menggambarkan alam dan manusia sebagai satuan yang tidak terpisahkan. Sebagai satu kesatuan, semua hal saling berkaitan dan saling bergantung. Alam sebagai sistem menyeluruh yang bersatu merupakan sebuah rangkaian yang saling berkaitan, bergantung, dan subsistem yang saling mendukung.


    Ma’lino 

    Ma’lino yang berarti turun ke bumi merupakan tarian yang menggambarkan hubungan antara manusia dengan lainnya dalam perspektif wanita Makassar. Tarian ini juga memiliki arti bahwa saat manusia turun ke bumi dan mengikuti jalan leluhur, maka akan mampu menghadapi berbagai masalah kehidupan di masyarakat. Sedangkan empat penari menyimbolkan filosofi Sulapa Appa (bujur sangkar).


    Loangeng Lino 

    Loangeng Lino yang berarti membersihkan bumi merupakan penggambaran hubungan antara manusia dan alam, dan Dewata SeuWae (Dewa orang Bugis). Upacara ini dilakukan untuk membersihkan bumi dari hal-hal buruk/jahat dan bencana alam. Loangeng Lino merupakan sebuah ritual yang dilakukan oleh seorang Bissu, seorang pendeta dari multigender, yang mewakili dari lima jenis gender – dalam kepercayaan orang-orang asli Bugis.

    Secara keseluruhan, pertunjukan berjalan dengan lancar serta mampu menyuguhkan kehangatan bagi para penonton dari beragam latar belakang, baik masyarakat umum, pejabat pemerintah, pebisnis, pelajar dan mahasiswa, serta masyarakat Indonesia yang berdomisili di Rumania.

    Pasca pandemi Covid 19, KBRI Bucharest secara intensif melakukan berbagai upaya promosi kebudayaan di berbagai wilayah di Rumania. Pelibatan berbagai pihak, baik instansi dan NGO di Rumania serta Pemerintah Daerah di Indonesia menjadikan kegiatan promosi yang dilakukan lebih bervariatif.

    “Dengan upaya serius tersebut, diharapkan masyarakat Rumania semakin mengenal Indonesia, baik dari potensi wisata, budaya dan ekonomi yang pada akhirnya dapat menciptakan iklim kerja sama yang aktif, baik dalam kerangka Goverment to Government maupun People to People, serta meningkatkan penguatan people to people contact yang selama ini telah terjalin dengan baik,” pungkas Duber Amhar.


    Workshop

    Dalam rangka memperkenalkan musik dan tari tradisional Bugis Makassar, Lembaga Seni dan Budaya Batara Gowa selama di Rumania juga melaksanakan Workshop Musik dan Tari di National University of Music Bucharest (UNMB), Bucharest (16/11). Workshop bertujuan untuk memperkenalkan keragaman budaya Indonesia kepada pemerhati seni dan para mahasiswa di Rumania.

    Workshop dipandu Andi Muhammad Dedo yang merupakan Artistic Director Lembaga Seni dan Budaya Batara Gowa yang sekaligus sebagai Dewan Kebudayaan Kota Makassar. Kegiatan dihadiri oleh mahasiswa dan pemerhati musik yang diorganisir oleh Cleopatra David dari Nirmal Art bersama dengan Victor Nicolae Cioabanu, alumni Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia, BSBI asal Rumania.

    Dalam workshop yang dilaksanakan selama dua jam, para peserta dijelaskan tentang alat musik asal Makassar, termasuk juga berbagai nilai dan filosofi yang terkandung dalam musik dan tariannya.

    Gerakan dan tahapan menari dipraktikan langsung oleh para penari yang berjumlah 4 orang. Praktik meniup suling dan menabuh gendang khas Makassar juga diajarkan dalam workshop tersebut.

    Meskipun jumlah peserta tidak terlalu banyak, namun workshop berjalan dengan baik dan mampu menciptakan dialog serta tanya jawab yang produktif untuk mengenalkan salah satu kekayaan budaya Indonesia kepada para mahasiswa di Rumania.

    sumber: niaga.asia

    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM –
    Komunitas Pemuda Rumah Kecap Family, menggelar aksi sosial, dengan membagikan makanan untuk warga Makassar di hari jumat kemarin, 18 November 2022.

    Meskipun diguyur hujan, tapi tidak menyurutkan niat dari Rumah Kecap Family untuk tetap melakukan sedekah jumat kepada warga.

    Salah satu pentolan Rumah Kecap Family, yang kerap disapa Awal Bortak, menuturkan jika Rumah Kecap Family sengaja melakukan rutinitas sedekah jumat agar menciptakan kesan terhadap masyarakat bahwa komunitas pemuda seperti mereka juga mampu untuk bermanfaat bagi warga Makassar.

    Awal menambahkan bahwa pihaknya berharap kegiatan ini juga menjadi contoh kepada komunitas pemuda lainnya, agar terus berbuat hal yang bermanfaat untuk masyarakat, bukan malah meresahkan masyarakat.

    Seperti diketahui, sekira 500 dos makanan dibagikan oleh Komunitas Pemuda Rumah Kecap Family di jalanan yang menyasar masyarakat kurang mampu yang beraktifitas di jalan. (*)

    sumber: idamannewsidamannews

    , , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM –
    Kongres Nasional Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) ke-XXXVIII akan berlangsung di Tana Toraja, Sulawesi Selatan, November 2022.

    Menjelang kongres tersebut, puluhan nama bermunculan untuk memperebutkan kursi ketua umum PP GMKI masa bakti 2022-2024.

    Salah satu nama yang kini disebut-sebut kandidat kuat ialah Indrawanto Paningaran, mantan Ketua GMKI Cabang Makassar 2015-2017.

    Indrawanto yang merupakan alumni Unhas ini akan bersaing dengan puluhan kandidat lainnya untuk memperebutkan kursi ketua umum PP GMKI.

    Jenjang struktural Indrawanto di GMKI pun tak diragukan lagi, ia merupakan mantan ketua GMKI komisariat FMIP Universitas Hasanuddin Makassar.

    Selain itu, ia juga pernah menjabat ketua umum GMKI Cabang Makassar periode 2015-2017 dan saat ini menjabat sebagai Ketua Bidang Medkominfo PP GMKI 2020-2022.

    Mengusung #GMKITransformatif, pria kelahiran Mangkutana, Sulawesi Selatan ini menyusun visi – misinya yang terbagi dalam tiga bagian yaitu Transisi, Formulatif dan Adaptif.

    “Transisi yang di maksud adalah bagaimana merubah organisasi dari konvensional menuju modernisasi dengan memanfaatkan perkembangan teknologi baik dari proses kaderisasi hingga data kader.” ujar Indrawanto, Kamis, (17/11).

    Untuk formulatif kata dia, bagaimana ke depannya menciptakan formulasi organisasi yang berlandaskan nilai-nilai ke-kristenan dan ke-Indonesiaan demi pengembangan sumberdaya manusia.

    “Dan yang ketiga Adaptif adalah bagaimana menciptakan kader yang bisa lebih cepat melihat perkembangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai ke kristenan dan ke Indonesiaan dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika.” tandasnya.

    Indrawanto sendiri merupakan Alumni Universitas Hasanuddin (Unhas) S1 Fisika dan S2 Perencanaan Pembangunan Wilayah. (*)

    sumber: ideatimesideatimes

    , ,


    MAROS, ARUSMUDA.COM –
    Rencana Pemerintah Kabupaten Maros berhutang sebesar Rp110 miliar melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) untuk membangun infrastruktur Rumah Sakit Type D dan untuk biaya pembangunan Pasar Sentral Turikale, ditanggapi oleh Anggota Presidium Korps Alumni HMI (KAHMI) Kabupaten Maros, Muhammad Yunus Tiro, SH.

    Politikus Partai Golkar Maros itu menilai, jumlah rencana hutang Pemkab Maros ke PT SMI tidak menjadi masalah sepanjang hutang itu dilakukan bukan kepada perusahaan rentenir yang mengejar bunga tinggi atau ribah.

    “Tidak menjadi soal jika Pemda ngutang ke swasta, asal jangan ribah dan praktek rentenir. Uang dari hutang itu nanti, juga harus benar-benar digunakan untuk pembangunan yang berdampak pada efek bisnis, karena sumber uangnya dari hutang, Pemda harus ukur kemampuan bayarnya nanti,” kata Muhammad Yunus Tiro kepada jurnalis media ini, Sabtu (19/11/2022).

    Dia mengingatkan, agar pembangunan infrastruktur yang dibiayai dari hutang swasta, harus mendorong peningkatan potensi pendapatan daerah. Sehingga, ujar Yunus, masyarakat harus dilibatkan dalam pengawasan bisnis plannya karena ini hutang.

    Terkait rencana pembangunan Pasar Sentral Turikale Maros yang terpaksa dibiayai pakai hutang swasta itu, kata Yunus, karena alasannya bantuan hanya Rp4 miliar dari Kementerian Perdagangan. Menurutnya, ini menandakan bahwa lobby lemah.

    “Kalau proposal yang diajukan ke Kemendag hanya dibantu Rp4 miliar, ini berarti Tim Pemda lemah melakukan lobby dan tidak mampu meyakinkan kementerian, sehingga opsi yang ditempuh harus berhutang ke swasta,” ujarnya.

    Rencana alokasi biaya sebesar Rp50 miliar dari hutang daerah untuk pembangunan Pasar Sentral Turikale ini, kata dia, harus benar-benar melibatkan pengawasan publik dan aparat penegak hukum (APH), mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi kegiatannya nanti.

    “Publik dan APH harus awasi, apalagi uang yang dipakai bangun itu pasar dari hutang, yang notabene menjadi beban daerah dan juga pasti beban masyarakat Maros, kalau hutang itu tidak tahu cara kembalinya, itu justeru bunuh diri buat generasi berikutnya.” ucap Yunus.

    Diketahui, sebelumnya, Ketua DPRD Kabupaten Maros, HA Patarai Amir menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Maros mengajukan pinjaman sebesar Rp206 miliar ke PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) untuk membangun infrastruktur Rumah Sakit Pratama Maros tipe D, Pasar Sentral Turikale dan Jembatan Labuang.

    “Dana yang diajukan ke DPRD sebelumnya Rp206 miliar, namun setelah dilakukan pembahasan bersama, kami setuju untuk RS Rp50 miliar, alat kesehatannya Rp20 miliar, untuk pembangunan Pasar Sentral Turikale Rp47 miliar, jadi total pinjaman yang kami setuju hanya Rp110 miliar saja,” kata Patarai Amir didampingi Wakil Ketua II Hj A Fatmawati dan Sekretaris DPRD, Drs H Eldrin Saleh Nuhung, M.Si. 

    sumber: menitindonesiamenitindonesia

    , ,


    SOPPENG, ARUSMUDA.COM -
    Untuk menyerap aspirasi masyarakat serta mendengar keluhan atau permasalahan yang dialami warga, Polres Soppeng menggulirkan program Jumat Curhat.

    Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Soppeng, AKBP Santiaji Kartasasmita S.I.K saat memberikan arahan pada acara Jumat Curhat yang digelar di Desa Rompegading Kecamatan Liliriaja, Jumat (11.11.2022).

    Pada kesempatan tersebut Santiaji dihadapan Wakil Bupati Soppeng Ir. H. Lutfi Halide M.P bersama Unsur Forkopimda Kabupaten Soppeng, mengungkapkan bahwa kegiatan ini untuk mengoptimalkan Polri dalam tingkatan pelayanan masyarakat kembali dilaksanakan.

    Santiaji juga mengungkapkan apresiasi yang mendalam terhadap seluruh masyarakat Desa Rmpegading atas kerjasamanya dan dukungannya dalam membantu kepolisian khususnya kamtibmas di wilayah Kecamatan Liliriaja hingga saat ini tetap terjaga dengan baik. Dirinya berharap agar kerjasama dan sinergitas seperti ini harus dibangun antara warga dan aparat kepolisian bisa terus dibangun.

    "Intinya, kegiatan ini bertujuan untuk kebaikan masyarakat Kabupaten Soppeng, jangan sungkan untuk memberikan masukan atau kritikan demi pelayanan Polri yang lebih baik lagi khususnya di Desa Rompegading". 

    Sementara itu, Wakil Bupati Soppeng Ir. Lutfi Halide M.P dalam kesempatan tersebut memaparkan situasi wilayah Soppeng khususnya permasalahan Covid - 19 yang belum berakhir serta mengajak masyarakat untuk menciptakan ketahanan pangan di rumah.

    , ,


    SUNGGUMINASA, ARUSMUDA.COM -
    Kepolisian Resort Gowa berhasil mengamankan 1.500 liter atau 1,5 ton minuman keras (miras) jenis ballo, Jumat (11.11.2022)

    Ballo yang dibawa oleh 3 (tiga) orang menggunakan satu unit mobil minibus pengangkut ballo tersebut, dicegat petugas saat melintas di jalan Abdul Muthalib, Kecamatan Somba Opu Gowa.

    Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Burhan SH kepada media menjelaskan bahwa penjaringan tersebut bermula saat petugas yang melakukan patroli operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) jelang hari jadi Gowa mencurigai gelagat minibus tersebut.

    “Kita melakukan patroli dan tiba-tiba di perjalanan kita melihat mobil minibus yang mencurigakan sehingga anggota langsung mendatangi dan menghentikan mobil tersebut dan memeriksanya,” terangnya.

    Burhan juga menjelaskan bahwa ballo merupakan salah satu penyebab yang selalu mengganggu Kamtibmas sehingga dibutuhkan penindakan. Operasi pekat sendiri digelar untuk menjaga kamtibmas jelang hari jadi Gowa ke- 702, sekaligus mengurangi kejahatan jalanan.

    Selain miras, aparat juga mengamankan tiga orang pelaku dan mobil minibus yang digunakan untuk mengangkut.

    , , ,


    OPINI, ARUSMUDA.COM -
    Penghujung November tahun ini, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bakal menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) di Palu, Sulawesi Tengah. Pelaksanaannya tepat di tengah kasak-kusuk politik menuju Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. 

    Meski secara organisasi tidak berpolitik praktis, namun KAHMI adalah rahim bagi lahirnya sejumlah besar politisi tanah air dan pemimpin dalam berbagai komunitas masyarakat Indonesia. Maka, sungguh naif bila di pentas Pemilu, KAHMI menjadi pemain figuran, apalagi sekadar penonton. 

    Ada banyak peran HMI-KAHMI yang terukir dalam sejarah perjalanan bangsa. Juga ada banyak panggilan yang belum dan harus ditunaikan demi menjawab tantangan kontemporer. Salah satu yang terdekat adalah Pemilu 2024.

    Melalui Pemilu, Indonesia memanggil putra-putri terbaiknya. KAHMI tidak boleh ketinggalan kereta. Kader KAHMI, HM Jusuf Kalla (JK) adalah sejarah gemilang KAHMI yang patut diulang. 

    Dua kali momentum tercipta, dua kali pula JK menjadi wakil presiden. Oleh beberapa tokoh, JK bahkan seringkali disebut sebagai the real president. Salah satunya oleh Mantan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, almarhum Buya Syafii Maarif.

    Pasca-JK, kini, ada nama kader HMI-KAHMI bertengger di jajaran empat besar calon presiden (Capres) 2024 berelekabilitas tertinggi. Tak perlu malu-malu menyebut nama. Dia Anies Rasyid Baswedan. 

    Anies telah menemukan momentumnya. Urusan berikutnya tinggal bagaimana menjaga momentum ini agar terus memiliki daya dorong kuat. Salah satunya dengan cawapres yang tepat.

    Hingga saat ini, calon wakil presiden (Cawapres) Anies masih menjadi diskusi hangat. Bargaining politik agaknya masih berkecamuk. Nama Agus Harimurti Yudhoyono, Khofifah Indar Parawansyah, dan Ahmad Heryawan ramai disebut-sebut. Namun, proses politik belum mengerucut kepada satu nama.

    Terbuka kemungkinan opsi munculnya satu-dua nama baru. Siapapun yang mumpuni dan sejalan dengan Anies tentu berhak mengisi, termasuk warga KAHMI. Lalu, mengapa KAHMI tidak menyambut? Toh KAHMI tidak kekurangan stok.

    Warga KAHMI begitu majemuk. Ada elit partai politik Erlangga Hartarto, pengusaha Soetrisno Bachir, akademisi sekaligus birokrat Mahfud MD dan seterusnya. Mereka tumbuh dan berkembang di banyak habitat. Tetapi KAHMI tetap menjadi habitat istimewa.

    Keindonesiaan dan Keislaman

    Di luar sana, kader KAHMI berbeda warna almamater politik. Namun, semangat mengokohkan keindonesiaan dan keislaman senantiasa menjadi benang merah perjuangan yang menjembatani jiwa dan pikiran mereka. 

    Sayangnya, keindonesiaan dan keislaman itu pula yang justru mendapat tantangan maha berat belakangan ini. Ya, Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Hutang menggunung, ekonomi merapuh, kesenjangan sosial melebar, dan banyak problem besar lainnya. Sialnya, politik manajemen isu seringkali memosisikan Islam sebagai tersangka. 

    Saat korupsi merajalela, wacana radikal yang booming. Ketika rupiah melemah, yang dipertentangkan justru Islam versus budaya. Menteri Agama RI bahkan menyebut Islam sebagai agama pendatang, memancing rakyat terus-menerus saling menegasi, melemahkan kohesivitas sosial. 

    Keindonesiaan merapuh. Nilai-nilai Islam yang tadinya kongkrit dan dibanggakan, dibuat ambigu. Politik identitas menyerang Anies, sementara lawan politiknya dibiarkan bebas berpolitik identitas. Tengoklah bagaimana Ade Armando menggiring opini publik dengan mengangkat isu politik identitas agama tertentu. 

    Eksistensi Islam seakan ingin dibuat terpisah dari eksistensi negara. Seolah-olah, jika seseorang nasionalis, maka dia pasti bukan penganut islam yang taat. Pun sebaliknya, jika ia penganut islam yang taat, maka pasti dia tidak nasionalis. 

    Situasi ini adalah tantangan bagi KAHMI. Situasi ini juga menambah daftar panjang alasan mendorong “orang” KAHMI sebagai Cawapres pendamping Anies. Anies telah meniti separuh perjalanan panjang menuju 2024. Separuh jalan berikutnya ikut ditentukan oleh figur Cawapres pendampingnya. 

    Pasangan Capres-Cawapres KAHMI bukan mimpi di siang bolong. Kita memerlukan pemimpin yang tidak hanya sejuk, ramah terhadap semua pemeluk agama, nasionalis dan intelek, tetapi juga memiliki karakter yang tidak saling memunggungi. 

    Oleh karenanya, Munas ke-XI KAHMI hendaknya tidak sekadar mencari presidium baru, tetapi juga menyeleksi dan merekomendasikan satu-dua nama sebagai Cawapres pendamping Anies. 

    Rekomendasi Cawapres bukan perkara baru bagi KAHMI. Pada Munas IX 2014, KAHMI pernah merekomendasikan tiga nama Capres-Cawapres, yakni JK, Akbar Tanjung, dan Mohammad Mahfud MD, yang kemudian mengantar JK mendampingi Joko Widodo. 

    Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI terpilih harus punya kemampuan mengonsolidasi harapan itu. Tentu bukan hanya soal politik. Begitu banyak problem bangsa ini yang menuntut partisipasi organisasi. Presidium MN KAHMI diharapkan mampu mengelola, menjembatani, dan mengoptimalkan potensi jutaan warga KAHMI di seluruh Indonesia.

    Namun, bagaimana pun juga, urusan kepemimpinan bangsa punya relasi terhadap semua persoalan negeri. Maka momentum Pemilu adalah hal serius yang harus disikapi KAHMI. (*)

    Tamsil Linrung. Anggota DPD RI.


Top