, , ,


    JAKARTA, ARUSMUDA.COM -
    Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia menyerukan agar pemerintah dalam hal ini pihak Kepolisian Republik Indonesia untuk mengedepankan penegakan hukum secara proporsional dan jangan mempertontonkan arogansi kekuasan.

    Seruan tersebut disuarakan oleh PB Pemuda Muslimin Indonesia melalui ketua umumnya, Muhtadin Sabili, beberapa waktu lalu di Jakarta.

    Hal ini merupakan respon PB Pemuda Muslimin Indonesia menanggapi penahanan terhadap Habib Rizieq Shihab (HRS)  setelah lebih dari 13 jam diperiksa sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, untuk kasus penghasutan dan kerumunan, semalam.

    Muhtadin Sabili mengecam prosedur penegakan hukum yang seperti dipaksakan untuk menjerat HRS, mengingat banyak pelanggaran hukum lain yang serupa namun tidak diproses sebagaimana HRS.

    Menurutnya, HRS telah kooperatif memenuhi panggilan penyidik dengan mendatangi Polda Metro Jaya, sabtu (12/12/2020) pagi. 

    Pihaknya menghimbau kepada pemerintah agar berlaku adil dan tidak melakukan abuse of power dalam penegakan hukum kepada warga negara khususnya HRS. 

    "Negara kita adalah negara hukum bukan negara kekuasaan, polisi sebagai penegak hukum haruslah berlaku adil dan profesional, jangan arogan dan memaksakan kehendak untuk menjerat seseorang karena sikapnya dianggap berseberangan dengan pemerintahan." Tegas Muhtadin Sabili.

    Lanjutnya, penggunaan kekuasaan yang tidak pada tempatnya akan menimbulkan perlawanan dab resistensi dari masyarakat, khususnya yang bersimpati terhadap HRS. "Tentu saja dapat menimbulkan konflik sosial jika dirasakan adanya ketidakadilan dan diskriminasi perlakuan hukum terhadap HRS.

    Belum lagi jika dikaitkan dengan penembakan 6 odang anggota FPI yang kasusnya belum terang benderang terhadap alibi penembakan yang dilakukan polisi diduga melakukan 'extra judicial killing' dan mengakibatkan tewasnya 6 orang anggota FPI. Secara psikologi akan menimbulkan reaksi keras dari HRS dan pendukungnya.

    "Jokowi selaku presiden RI harus bertanggung jawab pada prosedur penegakan hukum yang ilegal dalam kasus ini, serta segera mengevaluasi para aparatur hukum, sehingga kepastian hukum didapatkan bagi setiap warga negara." Terangnya. (rilis)

    , ,


    TAKALAR, ARUSMUDA.COM -
    Mewujudkan peradaban mulia di Indonesia merupakan tema besar Pemuda Muslimin Indonesia secara nasional yang dicanangkan oleh Pimpinan Besar masa jihad 2019- 2024.

    Menyambut hal tersebut Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar mengangkat tema "Reposisi Gerakan Trilogi Pemuda Muslim Di Butta Panrannuangku Menuju Peradaban Mulia" sebagai tema pelaksanaan Marhalah Ula.

    Perkaderan tingkat dasar yang dilaksanakan di Gedung Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Takalar itu, akan berlangsung selama tiga hari, Jum'at-Ahad (11-13/12/2020), dan dibuka pada jumat (11/12/2020) sore. 

    Muhammad Anjar S.Tp selaku Ketua Panitia menegaskan bahwa tema reposisi gerakan trilogi sebersih-bersih tauhid, setinggi-tinggi ilmu, dan sepandai-pandai siasah diangkat sebagai representasi spirit perjuangan Pemuda Muslimin Indonesia Kabupaten Takalar di tengah pandemi Covid-19. 

    "Sebagai organisasi kader, spirit perjuangan gerakan trilogi perlu digaungkan kembali setelah kurang lebih 6 bulan pandemi mengekang dan membatasi kegiatan kita," kata Anjar.

    Lebih lanjut, ia menerangkan, gerakan trilogi sebersih-bersih tauhid, setinggi-tinggi ilmu, dan sepandai-pandai siasah menjadi hal yang paling sublim dalam mencetak kader-kader progresif dan militan. 

    Menurutnya, gerakan trilogi itu menjadi gerakan mulia kader-kader Pemuda Muslimin  Indonesia dalam menyebarkan Islam yang sepenuh-penuhnya dan seluas-luasnya. 

    Di akhir, alumni Universitas Indonesia Timur itu juga berharap, agar para peserta yang mengikuti pengaderan Pemuda Muslim Takalar dapat menjadi kader-kader yang mengaktualkan gerakan trilogi dalam kehidupannya terkhusus dalam membangun dan mengemban tugas organisasi. 

    "Ke depan, saya berharap saudara-saudara sekalian sebagai peserta dapat menjadi kader Pemuda Muslimin Indonesia yang melaksanakan gerakan trilogi kita untuk kehidupan dan organisasi ini," pungkasnya.

    , ,


    TAKALAR, ARUSMUDA.COM - 
    Wakil Bupati Takalar, H. Ahmad Daeng. Se're resmi melantik Pimpinan Daerah Himpunan Pelajar Muslim Indonesia (HILMI) Kabupaten Takalar. Ahad, (29/11/2020) pagi. 

    Kegiatan yang berlangsung di Gedung Islamic Center Takalar itu, dihadiri oleh Ketua Umum Masyarakat Relawan Indonesia (MRI), Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Takalar, dan 70 orang pelajar SMA/SMK Sederajat Kabupaten Takalar.

    Turut hadir juga Ketua Departemen, Humas, dan Jaringan PP LIDMI, Asrullah, S.H, serta ketua Departemen Dakwah dan kaderisasi PP HILMI, Muh Abid Fauzan, selaku narasumber. 

    Wakil Bupati Takalar, H. Ahmad Daeng Se're dalam sambutannya mengatakan, bahwa pihak pemerintah daerah mengapresiasi terbentuknya PD. Hilmi Takalar. 

    "Kami selaku pemerintah Kabupaten Takalar memberikan apresiasi yang tinggi kepada anak-anakku semua, atas terciptakannya gebrakan baru dan inovasi baru dari pemuda Takalar dengan adanya Himpunan Pelajar Muslim Indonesia" ucap H. Ahmad Daeng Se're 

    Lebih lanjut, ia juga menerangkan, bahwa penganggaran kegiatan kepemudaan di bidang dakwah sangat diperlukan, dan harus tepat sasaran. 

    "Perlu adanya penganggaran kepemudaan terutama yang bergerak di bidang dakwah, dengan disertai data yang akurat dan tidak dimanipulasi, dan diprioritaskan kepada seluruh Pemuda dalam hal ini Hilmi Takalar," terangnya

    Di akhir, ia berharap, bahwa Pemuda Takalar melalui kegiatan dakwah harus mampu mewujudkan perubahan dan menjadi pemuda yang berkarakter. 

    "Pemuda di Takalar harus membawa perubahan terutama melalui Dakwah Agar Kabupaten Takalar Pemudanya berkarakter Islami, sehingga Takalar melahirkan pemimpin masa depan yang berwawasan, berintegritas, serta mempunyai pribadi yang melekat pada agamanya," pungkas Wabup Takalar.

    ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Sulawesi Selatan berharap agar pemuda yang menjadi pelaku usaha tani atau yang lebih dikenal sebagai petani milenial, berani merambah pasar yang lebih luas.

    Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua DPP Pemuda Tani HKTI Sulsel, Rachmat Sasmito, S.T., M.Si., saat memberikan sambutan pada pembukaan Workshop Peningkatan Akses Permodalan dan Pemasaran Pelaku Usaha Pemuda Tani HKTI Sulsel di Makassar (28/11/2020) pagi.

    "Sudah saatnya petani milenial berani bermain di pasar global, produk pertanian kita harus bisa menembus pasar internasional." Ungkap Rachmat.

    Dalam workshop yang diikuti oleh 30 orang pemuda yang menjadi pelaku usaha tani ini, Rachmat menegaskan agar petani milenial tidak ragu untuk terus berusaha, masalah permodalan dan pemasaran akan dicarikan solusi bersama.

    "Problem permodalan dan strategi pemasaran yang kadang menjadi kendala bagi pelaku usaha tani untuk bisa berkembang akan coba kita carikan solisi bersama melalui workshop ini." Tegasnya.

    Workshop yang akan berlangsung selama 2 hari ini menghadirkan narasumber dari Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Prov. Sulsel, Direktur Tim Sarana Ventura Sulsel, Andi Hidayat Natsir, S.T. (Coach Business Indonesia).

    Juga turut dihadirkan Muhammad Farid, S.Pd., M.T., Pd.D., IPU. (Sekretaris Lembaga Inovasi dan Pengembangan Kewirausahaan Universitas Negeri Makassar), serta Ismawan Amir (Digital Brand Indonesia).

    ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM -
    Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku usaha tani dari kalangan pemuda, Dewan Pimpinan Provinsi Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Sulsel menggelar Workshop Peningkatan Akses Permodalan dan Pemasaran Pelaku Usaha Pemuda Tani HKTI Sulsel.

    Workshop yang digelar pada Sabtu (28/11/2020), diikuti oleh 30 orang petani milenial yang memiliki usaha tani dari seluruh Dewan Pimpinan Kabupaten Pemuda Tani HKTI se-Sulawesi Selatan.

    Dalam sambutannya saat membuka kegiatan, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Prov. Sulsel yang diwakili oleh Kepala UPT Balai Benih Holtikultura Sulsel, Abdul Gafar mengungkapkan bahwa Kementrian Pertanian mempunyai target 1 juta petani milenial.

    "Petani semakin berkurang sehingga pemuda harus punya motivasi yang kuat bahwa pertanian sangat bagus ditekuni untuk membangun Sulsel lebih maju." Seru Gafar.

    Lanjutnya, banyak peluang yang bisa dikerjasamakan dengan dengan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Prov. Sulsel. "Kita mendukung gerakan petani muda ambil bagian dalam proses pembangunan pertanian." Pungkasnya.

    ,


    Di setiap langkah yang kupijakkan

    Ada jejak yang tertinggal

     

    Di setiap ilmu yang kudapatkan

    Ada jiwa dan raga yang yang tak henti-hentinya memberi

    Insan yang mengajarkan perihal peliknya dunia ini

    Sosok manusia yang membuatku mengerti banyak hal

    Dia, guruku

     

    Di mata Tuhan

    Kita semua sama tak ada bedanya

     

    Namun di mataku, guruku adalah manusia yang mulia

    Guruku rela meninggalkan rumah yang membesarkannya

    Hanya demi mengajarkan ilmu pengetahuan kepada murid-muridnya

     

    Terima kasih kuucapkan

    Kepada seluruh makhluk mulia

    Berpangkatkan guru

    Tanpa kalian kaum millenial tak ada artinya

     

    Terima kasih untuk waktu berharga yang kalian luangkan

    Untuk membuat kami menjadi manusia terdidik

    Terima kasih guruku

     


    Ridha Zahratunnur
    , dipanggil Ridha. Lahir di Bantaeng, 01 Agustus 2003. Santri Ponpes As'adiyah Ereng-Ereng.


    , ,


    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM –
    Departemen Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin kembali menggelar Program Seminar Nasional Tahunan Teknik Mesin Unhas yang ketiga kalinya dengan memaparkan hasil-hasil penelitian yang mencakup bidang-bidang teknik mesin antara lain Konversi Energi, Konstruksi, Material dan Mekatronika, Selasa (24/11/2020).

    Seminar Nasional Tahunan yang dirangkaikan dengan Pameran Virtual Teknik Mesin 2020 tersebut, mengangkat tema “Membangun Sinergitas U-I-G Menuju Kemandirian Energi Nasional” yang digelar di Ruang Senat COT Lt.2 Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin.

    Kepala Departemen Teknik Mesin, Dr. Eng Jalaluddin S.T., M.T. mengharapkan para peneliti dan mahasiswa dari institusi perguruan tinggi, praktisi industri dan pemerintah dapat meningkatkan kolaborasi dan membangun sinergitas yang nyata dalam inovasi di era disrupsi dan implementasi yang efisien dan efektif dalam rangka meningkatkan kemaslahatan bangsa menuju kemandirian energi nasional. 

    Adapaun jumlah paper yang submit sebanyak 38 Paper yang merupakan partisipasi dari 11 Universitas/Poltek se-Indonesia (Universitas Hasanuddin, Universitas Balikpapan, Politeknik Negeri Padang, Universitas Udayana, Universitas Negeri Makassar, Universitas Gunadarma, Universitas Cendrawasih, Universitas Nusa Cendana, Universitas Syiah Kuala, Universitas Andalas , Universitas Kristen Indonesia Toraja).

    Dalam acara yang dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Teknik Unhas, Prof. Dr. Ir. Arsyad Thaha M.T., kepesertaan tidak hanya dari berbagai Institusi melainkan juga diikuti oleh 14 Laboratorium di Teknik Mesin Unhas, sekaligus menjadi ajang sharing hasil penelitian di laboratorium masing-masing.

    Ketua panitia dalam kegiatan yang didukung penuh oleh PT. Semen Bosowa dan PT. PLN UIKL Sulawesi ini, Dr. Eng. Novriany Amaliyah S.T., M.T. melaporkan bahwa total peserta Seminar yang hadir mencapai 384 peserta via Zoom Meeting dan 39 peserta lainnya via luring di ruang senat FTUH.

    Para Keynote Speaker berasal dari akademisi dan praktisi energi dari berbagai instansi, seperti Prof. Dr. Ario Sunar Baskoro ST., MT., M.Eng selaku Sekretaris Jenderal BKSTM se-Indonesia. Prof Ario membawakan materi tentang “Tantangan Universitas dalam Membangun Sinergitas University-Industry-Government dalam Pengembangan Riset di Bidang Teknik Mesin”.

    Pembicara kedua oleh Bapak Alimuddin Baso ST., M.B.A., beliau selaku Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM. Bapak Alimuddin membawakan materi tentang “Upaya Mendukung Kemandirian Energi melalui Pembangunan Jaringan Gas Bumi untuk Rumah Tangga”.

    Pembicara ketiga oleh Prof. Dr. Ing. Wahyu H. Piarah, MSME, selaku Guru Besar Teknik Mesin Universitas Hasanuddin. Prof Wahyu membawakan materi tentang riset beliau di bidang pemanas dan perpindahan massa yakni “Utilisasi Energi Panas (Kalor) Terbuang ; Peluang dan Tantangan”.

    Pemateri terakhir dibawakan oleh Bapak Eliezer Tangyong S.T., M.M., beliau merupakan profesional di bidang perminyakan, PT. Star Energy. Beliau mampu menutup sesi seminar dengan penuh harap bahwa masa depan industri energi tidak hanya bertumpu pada Oil and Gas saja melainkan penuh besar harapan pada EBT (Energi Baru dan Terbarukan) baik global maupun nusantara.

    ,


    WATAMPONE, ARUSMUDA.COM -
    Guru-guru Mata Pelajaran Bahasa Inggris Tingkat Madrasah Aliyah se-Kabupaten Bone yang tergabung dalam English Teachers Association, menggelar musyawarah di Aula Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Bone, senin (23/11/2020).

    Adapun tema yang diangkat dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris ini adalah Becoming An Inspiring Educator, dan dihadiri oleh seluruh guru yang mengajarkan mata pelajaran Bahasa Inggris di Madrasah Aliyah se Kabupaten Bone.

    Dalam sambutannya selaku tuan rumah, Kepala MAN 2 Bone, Drs. H. Muslimin, M.M. berharap agar kegiatan yang digelar di sekolahnya tersebut bisa memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di Bone, terutama di Madrasah Aliyah.

    "Kami juga sangat berbangga dengan dilaksanakannya kegiatan ini di madrasah kami, mudah-mudahan ini berimplikasi baik bagi pendidikan Bahasa Inggris di madrasah Se Kabupaten Bone, termasuk di sekolah kami ini," ungkapnya.

    Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Bone, Drs. H. Kasmaruddin, M.Pd. mengungkapkan kebanggaannya atas kerja panitia, serta Kepala MAN 2 Bone yang telah memfasilitasi tempat bagi terlaksananya MGMP Bahasa Inggris.

    Pada acara yang turut dihadiri oleh H. Abdul Samad, S.Ag., M.P.d. selaku pengawas, Drs. Sudirman, M.Pd. yang hadir sebagai narasumber memaparkan soal Bedah Kisi-Kisi dan Penyusunan Soal PAS.

    , ,

    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM - Sebagai tindak lanjut dari pencanangan gerakan K3 Usia Dini pada bulan K3 - Februari 2020, Unit Pengkajian dan Penerapan K3 (UP2K3) Fakultas Teknik Unhas bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sul–Sel mengadakan Pelatihan ToT K3 Usia Dini.

    Kegiatan yang bertajuk Seminar dan Workshop K3 Usia Dini level Provinsi Sulawesi Selatan ini dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh peserta yang merupakan perwakilan dari beberapa perusahaan di Sul-Sel diantaranya adalah dari PLN Wilayah Sulselrabar, PT Semen Tonasa, Pertamina Region VII, Trakindo Makassar dan dari PT Energi Sengkang. Selain perwakilan peserta dari beberapa perusahaan itu, kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa guru sekolah dasar dari sekolah binaan masing masing perusahaan yang ditunjuk oleh perusahaan perusahaan itu sebagai peserta pendamping dari perusahaan.

    Kegiatan ini dibuka oleh Kadisnakertrans Sul-Sel Ir. Andi Darmawan Bintang M.Dev.PLG. Dalam sambutannya, Pak Darmawan menekankan pentingnya sosialisasi dan pelaksanaan budaya K3 sejak usia dini. Hal ini karena pengubahan karakter seseorang untuk berbudaya K3 lebih mudah untuk dilakukan sejak usia dini dibanding ketika seseorang sudah mencapai usia kerja. Dengan demikian, diharapkan bahwa tenaga tenaga kerja masa depan Sul-Sel sudah akan menjadikan budaya K3 sebagai perilaku keseharian hidup mereka yang tentu saja dengan sendirinya akan meningkatkan daya saing industri Sulawesi Selatan.

    Lebih jauh, Pak Darmawan menjelaskan bahwa Gerakan K3 Usia Dini level Provinsi Sulawesi Selatan ini diharapkan akan menjadi pelopor bagi pelaksanaan Gerakan K3 Usia Dini secara nasional.

    Sebelumnya, Dr. Ir. H. Ilyas Renreng ketika memberikan pengantar sebagai Ketua UP2K3 FT-UH menekankan peran penting Fakultas Teknik Unhas di bawah UP2K3 sebagai pelopor bersama Disnakertrans Sul-Sel dalam membudayakan K3 sejak Usia Dini. Menurut Dr. Ilyas, pelaksanaan sosialisasi K3 Usia Dini telah dimulai sejak tahun 2017 di beberapa Sekolah Dasar di Kota Makassar dan Kab. Gowa. Gerakan K3 Usia Dini level Provinsi Sulawesi Selatan ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Fakultas Teknik dan bertujuan untuk menjadikan budaya K3 sebagai sikap mandiri kegiatan keseharian kelompok usia sekolah baik itu ketika mereka beraktifitas di rumah, tempat bermain, di jalan dan di sekolah.

    Ketua Panitia Pelaksana Seminar dan Workshop K3 Usia Dini, Dr Syahid Arsyad menjelaskan bahwa pelatihan tahap 2 dengan peserta yang sama akan diadakan secara luring pada akhir bulan November 2020 dengan menerapkan protokol kesehatan secara ekstra ketat.

    Rilis: M. Rizal Firmansyah, anggota UP2K3 Fakultas Teknik Unhas

    , , ,


    JAKARTA, ARUSMUDA.COM –
    Aksi unjukrasa massa gabungan Ormas Islam yang menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja yang sempat ricuh, pada Selasa (13/10/2020) hari ini, berimbas pada dirusaknya Sekretariat Organisasi Pelajar Islam Indonesia (PII) Jakarta di Jalan Menteng Raya 58 oleh oknum aparat.

    Pasca penyerangan pada Selasa petang tadi, beredar video dari salah satu pengurus PII Jakarta yang menjelaskan dampak kerusakan akibat penyerangan oleh oknum aparat yang diduga berasal dari Kepolisian itu.

    Dari video yang diterima Fakta Banten, Markas aktivis Islam PII dan GPII di Kawasan Menteng Raya Jakarta itu nampak acak-acakan dan mengalami kerusakan di sejumlah bagiannya.

    Kaca-kaca pecah, pintu rusak, dan ruangan kantor berantakan, bahkan ada juga bercak-bercak darah di sejumlah ruangan. Sejumlah pengurus yang merekam video tersebut juga menjelaskan, bahwa ruangan Sekretariat PII dan GPII saat itu terasa sesak karena masih adanya sisa gas air mata pasca penggerebekan.

    Selain perusakan sekretariat, aparat yang melakukan penggerebekan saat itu juga menangkapi dan membawa sejumlah aktivis Pengurus Wilayah PII Jakarta yang tengah berada di tempat tersebut.

    Menurut Komandan Brigade PII Jakarta, Muhammad Muizudin Robbani, melalui rekaman video tersebut menjelaskan, bahwa aparat kepolisian datang menggerebek dan melakukan penangkapan terhadap para aktivis PII.

    “Sekretariat PII Jakarta baru saja digerebek oleh polisi, kawan-kawan kita yang ada di sini diangkut semuanya,” ujar Muiz dalam videonya, Selasa malam.

    Dalam videonya, Muiz juga menjelaskan sejumlah kerusakan yang dialami pada bagian-bagian kantor organisasi aktivis Islam tersebut. Termasuk juga banyaknya bercak darah di sejumlah ruangan.

    Namun hingga kini belum diketahui secara pasti berapa dan siapa saja aktivis PII dan GPII yang ditangkap oleh aparat dalam penggerebekan tersebut.

    Terkait adanya bercak darah, Muiz dalam video yang beredar juga tidak memberikan penjelasan apa penyebabnya dan bagaimana keadaan selanjutnya para korban penangkapan tersebut.

    Sumber: FaktaBanten

    , , ,


    TAKALAR, ARUSMUDA.COM –
    Ketukan palu sidang sebanyak tiga kali menandai disita dan disegelnya ruang rapat paripurnaDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar, Selasa (13/10/2020) siang.

    Palu tersebut diketukkan oleh Ketua Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) Takalar, Frmansyah sebagai Jenderal Lapangan massa aksi yang tergabung dalam aliansi Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Intelektual Takalar (GEMPITA).

    “Gedung paripurna DPRD Kabupaten Takalar bersama ini saya nyatakan resmi disita dan disegel oleh Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Intelektual Takalar!” seru Firmansyah yang disambut gemuruh oleh massa demonstrasi dari berbagai OKP di Kabupaten Takalar.

    Menurut Ketua I Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Takalar, Muhammad Nur Alwi Rahman yang mendampingi Firmansyah, penyegelan tersebut mereka lakukan sebagai wujud kekecewaan pemuda, pelajar, dan mahasiswa terhadap DPRD Takalar yang tidak berani mengambil sikap terkait pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR RI.

    GEMPITA dimotori oleh Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI), Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim), dan Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) dan diikuti oleh Komunitas Siri' Na Pacce (KONSINA) Indonesia, PB. Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Takalar (HIPERMATA), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Takalar, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Takalar, Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Galesong (HPMG), dan KPT.

    Bahkan hadir beberapa lembaga kepemudaan dan remaja tingkat lokal juga ikut bergabung, seperti Karang Taruna (KT) dari desa Pa'la'lakkang, desa Aeng Towa, Desa Botlem, Patonro, KAPTAR, IRMANUM, Passaribbangngan, dan lain sebagainya.

    , , ,

    TAKALAR, ARUSMUDA.COM – Sebuah pemandangan unik ditampilkan oleh peserta aksi menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja di Takalar. Demostran yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa dan Pemuda Intelektual Takalar (GEMPITA) memulai aksinya dengan menggelar salat dhuha bersama di masjid Agung Takalar, Selasa (13/10/2020) pagi. 

    Aliansi yang dimotori oleh Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia (SEMMI), Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim), dan Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI) ini diikuti oleh Komunitas Siri' Na Pacce (KONSINA) Indonesia, PB. Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Takalar (HIPERMATA), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Takalar, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Takalar, Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Galesong (HPMG), dan KPT.

    Bahkan hadir beberapa lembaga kepemudaan dan remaja tingkat lokal juga ikut bergabung, seperti Karang Taruna (KT) dari desa Pa'la'lakkang, desa Aeng Towa, Desa Botlem, Patonro, KAPTAR, IRMANUM, Passaribbangngan, dan lain sebagainya.

    “Alhamdulillah massa yang salat dhuha berjamaah pagi ini berasal dari 20 lembaga yakni dari OKP, organisasi mahasiswa dan organisasi pelajar yang bersatu, yang kami sebut GEMPITA.” Terang Jenderal Lapangan aksi, Firmansyah.

    Lanjut Firman yang juga Ketua Umum SEPMI TAKalar, “Kami melaksanakan saalat agar perjuangan kami ini memperoleh cahaya Ilahi sehingga aksi yang kami lakukan ini bisa berjalan damai dan kondusif.”

    Sementara itu Ketua I SEMMI Takalar, Muhammad Nur Alwi Rahman menambahkan bahwa salat dhuha bersama ini merupakan upaya mengukuhkan kekuatan dan meminta perlindungan Allah supaya massa aksi yang ikut tetap terjaga semangatnya.

    “Salat merupakan doa untuk perlindungan kami, ridha dan semangat dalam menjalankan aksi yang kami gelar hari ini. Karena saat mendengar disahkannya UU Cilaka ini, maka kami merasa terpanggil untuk memperjuangkan hak rakyat akibat ulah DPR RI yang telah melukai dan menyakiti hati jutaan rakyat bumi pertiwi.” Pungkas Alwi.


Top