,

    SIDRAP, ARUSMUDA.COM - Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulsel HM Agus Alwi Hamu menyatakan siap melantik Ketua dan Pengurus PWI Kabupaten Sidrap-Enrekang periode 2019-2022.

    “Insya Allah saya hadir, kalau pelantikannya sebelum 20 Desember 2019 ini,” kata Agus Alwi Hamu, Selasa (03/12/2019).

    Direktur Utama (Dirut) Harian Fajar itu menyatakah sudah berjanji kepada Ketua PWI Sidrap-Enrekang terpilih untuk langsung melantik sebelum memasuki tahun 2020.

    Apalagi, kata dia, setelah tanggal 25 Desember ini, Harian FAJAR dan Group akan disibukan dengan berbagai kegiatan rapat evaluasi akhir tahun yang sudah sejak lama dilakukan.

    “Biasanya setelah memasuki Januari kami disibukan lagi dengan kegiatan Rapat Umum Pemagang Saham (RUPS),” ujarnya.

    Sebelumnya, Edy Basri mengaku pihaknya siap dilantik kapan saja, sesuai dengan kesediaan waktu Ketua PWI Sulsel dan Bupati Sidrap.

    “Kita akan segera tancap gas melaksanakan program kerjanya. Kita akan mengakomodir semua pihak untuk kebaikan bersama, termasuk mereka yang pada Konferkab yang lalu belum memilihnya,” kata Edy. (Coky)

    , , ,

    BOGOR, ARUSMUDA.COM - Majelis Syuro (Kongres Nasional) ke-XIII Pemuda Muslimin Indonesia yang digelar di Bogor usai sudah. Kegiatan yang berlangsung sejak 28 November - 01 Desember 2019 kembali memilih Muhtadin Sabili sebagai Ketua Umum masa jihad 2019-2024.

    "Alhamdulillah telah selesai dan peserta menyepakati Bang Bili kembali menjadi Ketua Umum," terang Syaharuddin yang merupakan peserta kongres asal Takalar, Ahad (01/12/2019) pagi.

    Pengurus Harian Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia Masa Jihad 2019-2024 selengkapnya sebagai berikut:
    Ketua Umum: H. Muhtadin Sabili (PB Jakarta)
    Ketua I: Muh. Kasman (PW Sulsel)
    Ketua II: Saefullah (PW Jabar)
    Ketua III: Ardinal (PW Sumbar)
    Ketua IV: Tsurayya Zahra (PB Jakarta)

    Sekretaris Jenderal: Catur Arif (PW Jateng)
    Wasekjen I: Surahmat (PW Sulbar)
    Wasekjen II: Kartomas (PC Maros)
    Wasekjen III : Tirmidzi (PW Kalbar)
    Wasekjen IV: Rahmatun Phounna (PW Aceh)

    Bendahara Umum: Tirta A. Kusuma (PW Jakarta)
    Wabendum I: Ismuraharjo ( PB Jakarta)
    Wabendum II: Halib Talib (PW Papua Barat)

    , , ,

    BOGOR, ARUSMUDA.COM - Memasuki hari ketiga Kongres Nasional (Majelis Syuro) XIII Pemuda Muslimin Indonesia, Surakhmat  yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Pimpinan wilayah Sulawesi Barat kian serius menyatakan kesiapannya ikut bertarung memperebutkan posisi Ketua Umum Pimpinan Besar Pemuda Muslimin Indonesia.

    Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang kader terdekatnya yang enggan disebut namanya. Menunutnya, Surakhmat memilih jalan elegan untuk menarik dukungan wufud dari berbagai wilayah dan cabang, yakni melalui tawaran peogram berkualitas.

    "Ya, Ketua PW Sulbar gencar menggalang dukungan. Salah satu caranya adalah menawarkan gagasan dalam bentuk program." Lanjutnya, dalam upaya meraih dukungan, Surakhmat tak hanya mengandalkan popularitas.

    "Kita punya program yang sementara ditawarkan dan disosialisasikan kepada para pengurus wilayah, kita optimis dukungan mengalir, beberapa pengurus wilayah telah membantu komunikasikan program kita" Terangnya, jumat (29/11/2019)

    Adapun program yang dimaksud Surakhmat adalah:
    1. Ekspansi pengembangan Pimpinan Wilayah dan Pimpinan Cabang diseluruh Indonesia
    2. Penguatan program dan jaringan Pemuda Muslimin Indonesia ke berbagai  stakeholder hingga ke Luar negeri.
    3. Mencetak kader enterpreneur dan ilmuwan minimal S3
    4. Penguatan bargaining position Pemuda Muslimin Indonesia tingkat internasional hingga daerah, secara berjenjang dan terstruktur.

    , , ,

    BOGOR, ARUSMUDA.COM - Menyambut kedatangan Presiden RI Ir. Joko Widodo, panitia dan petugas keamanan kongres nasional Pemuda Muslimin Indonesia terus berbenah dan melakukan pengawasan ketat di lokasi kongres, Jokowi direncanakan bakal membuka Majelis Syuro besok,  29/11/2019.

    Ketua Panitia Tirta Kusuma Mengatakan sejak pagi panitia dan petugas keamanan melakukan penjagaan yang ketat,  selain itu panitia juga terlihat bekerja keras mempersiapkan kebutuhan hingga kongres besok terlaksana lancar.

    "Sejak tadi pagi panitia dan petugas keamanan melakukan pengawasan demi suksesnya pembukaan besok. Rencana akan dibuka sama presiden" tutur Tirta selaku ketua panitia pelaksana di halaman hotel Green Forest Resort, Bogor. 28/11/2019. Sore.

    Dalam penyambutan presiden, lanjut Tirta bahwa akan mempersiapkan 1200 orang peserta, baik dari peserta kongres dan tamu undangan. 

    "Kita sudah rencanakan tempo hari,  sekitar 1200 orang peserta. Baik dari peserta kongres serta dari tamu undangan yang didatangkan dari wilayah Jawa barat. Sejak kemarin peserta dari berbagai daerah berdatangan" Tambahnya.

    , , ,

    NATUNA, ARUSMUDA.COM – Gusmawardi.SE merupakan Ketua Pimpinan Wilayah Provinsi Kepri, organisasi kepemudaan Islam tertua yang telah berusia 91 tahun, (Pemuda Muslimin Indonesia). Diberikan amanat oleh Pengurus besar di pusat pada bulan Oktober 2019.

    Gusmawardi mengatakan, sesuai sejarah, didalam kehidupan berbangsa dan bernegara, pemuda merupakan komponen bangsa yang terpenting. Pemuda juga sebagai tulang punggung bangsa, karena kemajuan suatu bangsa dapat diukur atas kualitas pemudanya.

    Pemuda Muslimin Indonesia yang didirikan pada tanggal 25 November 1928 adalah organisasi pemuda yang merupakan organisasi sayap dari Syarikat Islam Indonesia bersama dengan unsur pemuda lainnya telah berperan aktif didalam memperjuangkan Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945.

    Bercerita tentang Pemuda Muslimin Indonesia (Pemuda Muslim) sama halnya bercerita tentang Syarikat Islam Indonesia. Karena Pemuda Muslim merupakan organisasi sayap ditubuh SI-Indonesia. Syarikat Islam Indonesia adalah gerakan yang diawali dengan SDI pada tahun 1905.

    Mula-mula digerakkan oleh K.H. Samanhudi dan kawan-kawan yang berusaha membangun ekonomi rakyat, meningkatkan pendidikan, hidup lebih Islami, dan sadar perlu berjuang untuk merdeka membangun bangsa Indonesia yang mandiri dan maju. Kemudian diperkuat oleh HOS Cokroaminoto menjadi lebih luas dan lebih nyata sehingga mempunyai Program.

    Pesan yang disampaikan yaitu jika kawan-kawan tidak ambil bagian dalam perjuangan Islam dan mengisi kemerdekaan Republik ini dengan pembangunan SDM dan Akhlak, maka sangat merugilah kita.

    Dengan harapan besar kami bersama kawan-kawan di PW Pemuda Muslim Indonesia Kepri, berjuang dengan hati nurani, waktu, buat menjaga keutuhan NKRI, ideologi Pancasila, undang undang 1945 dan serta agama yang rahmatan lil alamin. Menolak keras radikal dan terorisme.” Jelasnya.

    , , ,

    BOGOR, ARUSMUDA.COM Peserta (wufud) Majelis Syuro XIII mulai berdatangan. Majelis Syuro kali ini digelar di Kota Bogor 28 sampai dengan 01 Desember 2019.
    H-1 malam kemarin sudah puluhan peserta dari berbagai daerah mulai menumpuk di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

    Mereka yang datang dari berbagai daerah seperti Papua Barat, Jawa Tengah, NTB, Natuna Kepri, Kalimantan Barat, Sumatera Barat, Maros Sul-Sel, sedang menunggu penjemputan panitia. Lokasi acara sendiri dipusatkan di Grand Ball Room Green Forest Resort, Bogor.

    "Puncak datangnya peserta malam ini sampai besok siang kemungkinan," jelas Ketua Panitia, Tirta A Kusuma sesaat lalu (Rabu, 27/11).

    Peserta (wufud) berjumlah sekitar 300 orang yang berasal dari pimpinan wilayah (provinsi) dan Pimpinan Cabang (kabupaten/kota) di seluruh Indonesia, karena kami juga ada agenda Tasyakur Milad ke 91 Pemuda Muslim maka direncanakan ada penambahan massa dari Induk Organisasi (Syarikat Islam Indonesia) seputar Jawa Barat berjumlah 1000 orang

    Majelis Syuro XIII rencana Insya Allah akan dibuka secara resmi pada Jumat pagi oleh Presiden RI Joko Widodo. Sedangkan besok, adalah acara Silaturahim dan briefing persiapan penyambutan kedatangan RI 1 yang hanya diikuti unsur pimpinan dari tingkat wilayah dan Ketua Panitia SC serta Panitia OC.

    , ,

    BULUKUMBA, ARUSMUDA.COM - Rekruitmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pilkada 2020 saat ini sedang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Bulukumba.

    Panwascam yang terpilih nantinya adalah mereka yang memiliki integritas dan semangat untuk mewujudkan Pilkada yang demokratis, aman dan damai. Tentunya semua itu diawali dari proses rekruitmen yang baik dan benar sesuai ketentuan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan.

    Salah satu pemerhati demokrasi dari Bulukumpa, Wandi menuturkan, dalam rekrutmen ini, ada dua hal yang perlu menjadi perhatian bersama, yaitu tentang jabatan pemerintahan dan bekerja penuh waktu.

    "Apakah BPD dan Perangkat Desa itu merupakan jabatan pemerintahan atau bukan, jika itu jabatan pemerintahan maka Bawaslu harus memperhatikan calon Panwascam yang bekerja sebagai BPD atau Perangkat Desa," terang Wandi, Rabu (27/11/2019) sore.

    Selain itu menurut pemuda yang berdomisili di Salassae ini, karena dituntut bekerja penuh waktu, maka mereka yang memiliki pekerjaan sebagai pelayan publik harus dipertimbangkan.

    "Kami berharap Bawaslu dapat merekrut Panwascam yang berintegritas dan dapat bekerja penuh waktu sesuai yang dipersyaratkan. Pilkada ini akan ditentukan oleh seberapa mampu Bawaslu dan jajarannya bekerja berdasarkan aturan yang ada. Ujian awal itu ada pada proses rekruitmen Panwascam," tegas Wandi.

    , ,

    JAKARTA, ARUSMUDA.COM - Akmal Malik, yang saat ini menjabat sebagai Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, mendorong koleganya,  Syamsuddin Alimsyah, untuk ikut bertarung dalam Pilkada Bulukumba. 

    "Saya secara pribadi dorong sahabat saya Pak Syam harus ikut Pilkada. Teman teman dari NGO seharusnya maju dalam Pilkada biar bisa mengenal dan memperbaiki sistem Pilkada kita bisa berjalan tanpa politik uang," kata Akmal Malik.

    Hal tersebut diungkapkan Akmal saat kedua sahabat ini bertemu di kantor Kemendagri, Selasa (26/11/2019) sore.

     Syamsuddin Alimsyah, pendiri KOPEL Indonesia yang sekarang maju sebagai bakal calon bupati Bulukumba tiba di Kantor Kemendagri di Jakarta untuk berdiskusi tentang Pilkada serentak di Indonesia. Mereka sama-sama berkomitmen ingin mendorong pilkada berintegritas.

    Kedatangan Syamsuddin ini disambut hangat oleh Akmal Malik. Di atas meja bahkan sudah tersedia kue kue tradisonal dan teh. Seperti sudah saling tahu makanan kesukaan bersama. Bukti persahabatan mereka sudah terjalin lama.

    Setidaknya, sejak tahun 2008, saat itu Akmal Malik masih menjabat Kepala Sub Bidang Fasilitasi Kepala Daerah dan DPRD dan kemudian dipercaya menjadi Direktur Otonomi Khusus hingga sekarang menjadi Dirjen Otda Kemendagri.

    Bersama Akmal, Syamsuddin mengenang  pernah menyusun panduan DPRD membahas LKPJ Tahunan dan 5 Tahunan, Panduan untuk Sekwan, penyusunan PP yang mengatur pedoman penyusunan tatib DPRD, serta memfasilitasi DPRD dalam beberapa aktivitas.

    Meski demikian, dua sahabat ini tidak selalu seirama dalam satu kebijakan. Bahkan lebih banyak perbedaan. Dan bagi mereka itulah berkahnya. Perbedaan itu rahmat.

    "Ada pepatah orang Padang kalau masak dengan tungku maka posisi kayunya harus silang sehingga kualitas apinya bagus.  Begitulah saya dengan Pak Syam dan teman teman NGO lain selalu berbeda dulu dan kadang berdebat tajam untuk mendapatkan kebijakan yang berkualitas," ujar Akmal mengaku sangat senang dengan pemikiran pemikiran kritis dari Kak Syam, demikian biasa disapa.

    Akmal lalu mencontohkan gagasan evaluasi sistem pilkada sekarang yang lagi ramai diperdebatkan publik.  "Saya dengan Pak Syam ini berbeda pandangan. Saya berpandangan pilkada langsung tidak mesti berlaku untuk semua. Daerah-daerah yang kecil anggarannya atau belum siap maka kita bisa dorong pilkada tidak langsung. Sedang daerah tertentu tetap pilkada langsung. Saya melihat azas manfaat, kemampuan keuangan daerah dan jangkauan penyelenggara. Berbeda dengan Pak Syam ini, mashabnya pilkada langsung untuk semua dengan berbasis argumentasinya adalah hak asasi warga dalam menentukan pilihannya," ujar Akmal seolah meyakinkan tamu lain yang ikut nimbrung dalam diskusi santai tersebut termasuk Anwar Razak Direktur KOPEL Indonesia, dan beberapa tamu dari Pemprov Jawa Timur serta jurnalis.

    "Saya orangnya santai saja. Banyak berkawan termasuk NGO. Pemikiran banyak orang dibutuhkan," ujarnya.

    Akmal menambahkan  gagasan pilkada murah sebagai solusi sebenarnya ada. Yakni dengan menggunakan sistem e-rekap dan e-voting. "Itu kalau mau murah. Dan kita sebenarnya sudah siap. Selama ini sudah e KTP," tambahnya.

    Setiap kali bertemu dua sahabat ini, menunya adalah diskusi membahas isu-isu penting terkait pemerintahan daerah dan DPRD.  Dan kali ini mereka berbincang tentang Pilkada serentak yang sudah di depan mata. Mereka bersepakat pilkada harus dipastikan berintegritas.

    Sebagai sahabat sekaligus mitra,
    Akmal juga sengaja mengajak Kak Syam ke ruang meeting khusus para Direktur yang baru ditata.  Akmal didampingi beberapa stafnya rupanya ingin menunjukkan satu inovasi baru di Kemendagri yaitu penggunaan peralatan telekonfrens yang akan digunakan Kemendagri dengan pemerintah daerah untuk rapat atau konsultasi.

    "Ini dapat mengefisienkan perjalanan dinas yang selama ini banyak habis di daerah, kata Akmal. Sekarang saya tunjukkan kepada sobat saya tokoh NGO bahwa kami benar selalu punya inovasi kerja  dan tidak tidur," tutupnya.

    Sebelum bubar,  merekapun melakukan foto bersama. Selamat berjuang sobat Syam. Semoga sukses. Aamiin

    , , ,

    MAKASSAR, ARUSMUDA.COM - Ketua Umum Pimpinan Cabang Pemuda Muslimin Indonesia melakukan konsolidasi pemenangan pada Kongres Nasional atau Manjelis Syuro XIII Pemuda Muslimin Indonesia yang digelar pada hari ini,  28 November - 01 Desember 2019 di Bogor.

    Alumni Pascasarjana UIN Makassar ini dalam keterangannya mengatakan telah melakukan komunikasi beberapa hari terakhir dengan para pengurus wilayah dan pengurus cabang di seluruh wilayah tanah air.

    "Kita sudah komunikasikan beberapa hari terakhir, kalau sampai di Bogor, kita akan konsolidasi sebelum acara di mulai" Ujar Syaharuddin yang telah siap berangkat menuju Bogor. 28/11/2019. Pagi.

    Lanjut Syaharuddin, bahwa dirinya sedang menjadi MC pemenangan salah satu kandidat Ketua Umum, meski demikian dirinya masih merahasiakan kandidat tersebut.

    "Saya dimandat jadi MC,  nama kandidat tidak bisa saya sebutkan sekarang. Tapi tentu kandidat kami paham betul ideologi organisasi underbow Syarikat Islam Indonesia ini" tambah Syaharuddin.

    ,


    SANGATTA, ARUSMUDA.COM – Merupakan ke banggakan tersendiri bagi Syahida Said, guru PAI sekaligus kepala perpustakaan di SMP Islam DDI Sangatta Utara yang menerima penghargaan dari Dinas Pendidikan Kutai Timur sebagai 1000 Penulis Ikatan Guru Indonesia (IGI) Nasional yang  mewakili Kabupaten Kutai Timur.

    Penghargaan di berikan langsung oleh Bupati Kutai Timur, Ismunandar disaksikan Ketua DPRD Kutai Timur, Encek Firgasih, Wakil Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang, Sekretaris Daerah Irawansyah usai upacara Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) tahun 2019 di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, Selasa (26/11/2019).

    Kepeda tim berita3.net, Syahida Said menuturkan Apresiasi kepada pemerintah Kutai Timur melalui Dinas Pendidikan Kutai Timur atas dukungan bagi pengiat literasi.

    “Terima kasih Pemerintah Kutai Timur, Dinas Pendidikan, atas apresiasinya kepada kami guru-guru penulis dan pegiat literasi Kutai Timur.” Ucap Syahida Said.

    Selain itu, ia juga menambahkan pentingnya dukungan pemerintah dalam menggalakkan gerakan literasi untuk kemajuan bangsa.

    “Guru penggerak Indonesia maju, akan terwujud jika gerakan literasi terus dikawal oleh pemerintah.” harapnya.

    Sebelumnya, Syahid Said terpilih menjadi salah satu dari 5 guru asal Kutai Timur yang di undang ke Perpusnas RI untuk mengikuti Workshop dan seminar pendidikan yang dilaksanakan oleh Perpustakaan Nasional RI yang akan berlangsung selama 2 hari, dari 19 – 20 September 2019 lalu dan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, MENDIKBUD Muhajir Efendi dan Penulis Mbak Helv Tiana Rosa serta beberapa pemerhati literasi.

    Sumber: berita3

    , ,

    BOGOR, ARUSMUDA.COM - Pendiri Kopel Indonesia, Syamsuddin Alimsyah dapat kehormatan jadi pembicara dalam kegiatan Sekolah Pengawasan Partisipatif Bawaslu Kabupaten Bogor, Cisarua, Senin (25/11/2019).

    Dihadapan peserta, Kak Syam begitu biasa disapa mengajak peserta untuk belajar ke Kajang (Amma Toa_red) untuk menjadi Pemimpin yang baik dan berintegritas. Menurutnya, Kepemimpinan Kajang merupakan sebuah model kepemimpinan yang sederhana, namun berintegritas tinggi.

    Model kepemimpinaan masyarakat Kajang disebut sebagai salah satu model yang ideal dalam konteks kekinian di tengah hedonisme.

    Kak Syam, yang juga bakal calon Bupati Bulukumba ini diminta membawakan materi tentang konsep kepemimpinan berintegritas.

    "Seorang pemimpin harus memiki integritas, sederhana, dan memiliki kepedulian yang tinggi terhadap kaumnya (baca: rakyatnya)," ujar Syam.

    Seorang pemimpin, lanjut mantan jurnalis ini, tidak boleh tidur sebelum semua rakyatnya tidur. Itu ciri pemimpin yang berintegritas.

    "Jangan tidur jika engkau masih mendengan bunyi bunyian dari rumah tetanggamu. Karena bisa jadi tetanggamu belum makan. Maka pastikanlah semua orang sekitarmu tertidur sebelum engkau tertidur," kata Kak Syam menerjemahkan sebuah pasang atau petuah dari Kajang.

    Syam mengaku, dalam kondisi budaya individualistik yang tinggi, sekarang ini betapa sulit mendapatkan pemimpin yang mau hidup sederhana. Lebih miskin dari rakyatnya.

    Syam lalu bercerita konsep kehidupan masyarakat adat di Tana Toa, Kajang, Bulukumba. Konsep ini hampir sama juga berlaku dalam sistem tata nilai masyarakat adat.

    Kepala adat secara sederhana diikat adat. Tidak boleh rumahnya mencolok, jauh lebih besar dari kaumnya.

    "Dalam tradisi masyarakat adat Kajang Bulukumba, kita masih menjumpai  kepemimpinan yang sederhana dan berintegritas," ujarnya. Dan jauh sebelumnya konsep ini kita banyak belajar dalam masa kepeminpinan khalifah Umar. Bagaimana beliau setiap malam berkeliling mengecek memastikan kehidupan warganya.

    "Meskipun mereka adalah masyarakat adat tetapi nilai-nilai integritas itu sangat terpelihara," jelas Syamsuddin di hadapan peserta.

    Paparan ini menarik perhatian para peserta. Mereka secara bergantian mengajukan pertanyaan.

    Sekolah Pengawasan Partisipatif ini adalah program Bawaslu Bogor angkatan pertama. Pelatihan ini bertujuan mengkader dan membangun kesadaran masyarakat untuk secara aktif melakukan pengawasan dalam setiap momen pemilihan.

    Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan Bawaslu se-Jawa Barat yang diselenggarakan bulan ini.

    ,

    SIDRAP, ARUSMUDA.COM - Luar biasa, hanya butuh waktu sepekan jajaran Unit khusus berhasil mengungkap 3 kasus narkoba porsi besar sekaligus.

    Hal itu diungkapkan dalam press release di Mapolres Sidrap Jalan Bau Massepe nomor 1 Pangkajene, Kecamatan Maritengngae Sidrap, Senin (25/11/2019) sesaat lalu.

    Dalam keterangan persnya, Kapolres Sidrap AKBP Budi Wahyono didampingi Kasat Narkoba AKP Andi Sofyan, menjelaskan bahwa ada tiga lokasi berbeda yang berhasil diungkap, salah satunya jaringan internasional.

    "Ada tiga lokasi dengan 8 orang telah tersangka. Jumlah barang bukti keseluruhan 750 gram dari sepekan anggota bekerja di lapangan mengungkap kasus ini," ungkap Budi Wahyono.

    Untuk kasus 500 gram ini diungkap sesuai Laporan Polisi dengan Nomor : LPA / 139 / XI /2019/ SPKT, tanggal 11 Nopember
    2019 yang dipimpin AKP Andi Sofyan beranggotan 8 orang.

    Tersangkanya ada 3 orang yakni Nasrung alias Ulla (47 tahun) warga Parepare, Syarifuddin alias Udin (40 Tahun) warga beralamat tinggal di Nunukan, dan Sapri alias Sappe (38 tahun) juga asal Nunukan Kaltara.

    TKPnya, ditangkap pada hari Senin tanggal 11 Nopember 2019, sekitar pukul
    12.00 wita, di Kelurahan Kanyuara Kecamatan Wattang Sidenreng, Sidrap.

    Tersangka Nasrung lebih dulu ditangkap, kemudian 2 rekannya yakni Syafruddin ditangkap di Lawawoi Watang Pulu serta pemasoknya Sapri dikejar hingga di Nunukan dua hari kemudian, tepatnya 13 Nopember 2019 lalu, sekitar jam 17.00 wita di Pelabuhan jalan Porsas Kelurahan Nunukan Kecamatan
    Nunukan Kabupaten Nunukan Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara).

    "Kasus ini merupakan jaringan internasional. Barang buktinya 5 setengah kilo dan masih dikembangkan," ungkap Kapolres lagi.

    Untuk kasus, kata Budi, masih dilokus pengungkapannya karena jaringan internasional. "Kita ungkap dengan undercover buy, dengan anggota menyamar pembeli. Alhamdulillah, kerja keras anggota membuahkan hasil,"lontarnya.

    Adapun pasal yang disangkakan yakni
    Pasal 114 Ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) Subs Pasal 112 Ayat (2) jo 132 ayat (1) UU No.
    35 tahun 2009 tentang Narkotika.

    "Ancamannya bisa seumur hidup, minimal 20 tahun penjara,"tandas Budi Wahyono. (Coky)


Top