Ada Tongeng Siap Tantang Petahana di Pilkada Bone

MAKASSAR, ARUSMUDA.COM – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kab. Bone sudah di depan mata. KPU Bone memastikan pesta demokrasi di Bumi Arung Palakka tersebut hanya akan diikuti oleh satu kontestan.

Pasangan petahana A Fahsar M Padjalangi - Ambo Dalle, yang lebih populer dengan akronim Tafadal, tak memiliki penantang, sehingga hanya akan berhadapan dengan kotak kosong.

Menanggapi hal tersebut, beberapa tokoh pemuda Bone berharap agar proses pilkada bisa berlangsung dengan damai, transparan, dan adil tanpa adanya indikasi kecurangan yang membuat suasana pilkada tidak nyaman.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang tokoh pemuda dari Bone, Andi Singkeru Rukka dalam sebuah pertemuan bersama berbagai elemen masyarakat Bone di Warkop Enreco Makassar, Kamis (22/02/2018) sore.

Pada kesempatan tersebut, mereka menyepakati untuk menantang petahana demi sehatnya demokrasi di Bone dengan membentuk komunitas pendukung kota kosong yang mereka beri nama Ada Tongeng (Wadah Tegaknya Demokrasi Untuk Kotak Kosong).

"Ada Tongeng menjadi payung komunitas dan seluruh elemen masyarakat dan wija to Bone yang mendukung kotak kosong. Sementara untuk kelompok muda, kamu juga membentuk Komunitas Relawan Lintas Generasi Cermat Kotak Kosong atau Kawali Gecong." Jelas Andi Singke yang didampingi Koordinator Kawali Gecong, Andi Aspriandi Pamelleri.

"Kawali Gecong merupakan bagian integral dari Ada Tongeng yang embrionya berasal dari gerakan Poros Muda Menyatu yang merupakan koalisi kaum muda Bone untuk mendorong Andi Singke maju sebagai penantang petahana, namun tak berhasil mendapat dukungan parpol." Terang Andi Aspriandi.

Andi Singke dan Andi Aspriandi menegaskan bahwa Ada Tongeng dan Kawali Gecong hadir bukan untuk merusak tatanan, melainkan mengawal proses demokrasi di Bone agar bisa lebih berkualitas pasca ditetapkannya Tafadal sebagai calon tunggal.

“Bukan main-main atau gagah-gagahan, ini untuk Pilkada Bone, Ada Tongeng dan Kawali Gecong siap mengawal kotak kosong hingga hari H dan pasca pemilihan!" Tegas Andi Singke yang juga mantan Ketua Umum DPP KEPMI Bone.

Mahasiswa program doktoral Fakultas Hukum Unhas ini menjelaskan bahwa dibentuknya Ada Tongeng dan Kawali Gecong merupakan refleksi atas kemerdekaan dalam bersikap. "Jadi ini bukan perhitungan menang ataupun kalah. Ini adalah sebentuk sikap untuk memperkuat mutu dan kualitas demokrasi yang dangkal." Jelas Andi Singke.

Lanjutnya, “Bagi kami wija to Bone, demokrasi bukan hal baru. Yang jelas adanya Ada Tongeng dan Kawali Gecong dikarenakan ada jiwa yang mesti dimerdekakan untuk bersikap!"

Selain mengawal jalannya pilkada mendatang, Ada Tongeng juga diorientasikan untuk menjadi wadah bagi masyarakat Bone untuk berdiskusi, mempererat silaturahim, dan menjaga keutuhan masyarakat Bone.

“Ada Tongeng terbuka bagi seluruh komponen wija to Bone, sementara untuk kaum muda, kami hadirkan Kawali Gecong demi kian berkualitasnya proses demokrasi, sekaligus sebagai wadah silaturahim dan mempererat tali persaudaraan sesama wija to Bone." Pungkas Andi Singke yang diamini Andi Aspriandi.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top