Gelar Dialog Kelangkaan Minyak Goreng, HMI Cabang Maktim Hadirkan Legislator Sulsel dan Akademisi Unhas


MAKASSAR, ARUSMUDA.COM - Merespon polemik kelangkaan minyak goreng, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Makassar Timur (Maktim) menggelar dialog kontemporer bersama bidang Ekonomi dan Pembangunan Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sulawesi Selatan dan Barat (Badko HMI Sulselbar) . Kamis, 21 April 2022 di Roemah Kopiku, jln Toaz Raya Panakukang.

Dialog kontemporer yang mengangkat tema "Polemik Kelangkaan Minyak Goreng" itu, menghadirkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Komisi B Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Azizah Irma Wahyudiati S. Ap. M. Si, Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas), Dr. Anas Iswanto Anwar SE, MA. CWM, dan Kepala Kantor Wilayah VI KPPU Makassar, Hilman Pujana SE. MH sebagai narasumber dan Nur Jihan Hasril sebagai moderator.

Berdasarkan penyampaian Formateur Ketua Umum HMI Cabang Makassar Timur, Muh. Fariz Zainal Islami pada kesempatannya menyampaikan, bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian dari pesantren Ekonomi Politik (Ekopol) HMI Cabang Makassar Timur yang berlangsung dari tanggal 09 sampai 28 April 2022.

"Dialog Kontemporer ini adalah salah satu rangkaian kegiatan Pesantren Ekopol yang sedang kami jalankan saat ini di HMI Cabang Makassar Timur," ucap Fariz.

Lebih lanjut, ia mengungkap, kegiatan itu juga menjadi salah satu upaya HMI Cabang Makassar Timur untuk memastikan kontribusi pemerintah dalam konteks polemik kekinian.

"Kami dari HMI Cabang Makassar Timur mencoba memastikan kehadiran pemerintah dalam menjamin harga minyak baik untuk perut ataupun energi yang tetap sesuai dengan daya beli," ungkapnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Komisi B Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Azizah Irma Wahyudiati S. Ap. M. Si menerangkan, bahwa salah satu penyebab langkah atau mahalnya harga minyak goreng adalah tidak adanya distribusi yang memadai dari Perseroan Terbatas (PT) ke daerah-daerah, salah satunya ke Sulawesi Selatan.

"Polemik kelangkaan dan mahalnya minyak goreng hari ini salah satunya disebabkan oleh pendistribusian minyak goreng yang tidak begitu cukup ke daerah-daerah, hal itu sesuai fakta yang kami dapatkan di lapangan," terang Andi Azizah.

Legislator muda itu juga mengajak para peserta dialog untuk mengadvokasi polemik yang terjadi saat.

"Kita semua harus sama-sama terlibat dalam mengawal isu kekinian saat ini, kami sangat senang apabila teman-teman terkhusus HMI jika ingin terlibat mengadvokasi kelangkaan dan mahalnya minyak goreng," katanya

Di lain sisi, Akademisi Unhas, Dr. Anas Iswanto Anwar SE, MA. CWM dengan gamblang menegaskan, bahwa terjadinya polemik kelangkaan atau melonjaknya harga minyak goreng tidak bisa dipisahkan dari kebijakan politik.

"Semua yang terjadi hari ini salah satunya bermuara dari kebijakan-kebijakan politik, oleh karena itu memang seyogyanya pemerintahlah yang harus mengambil kebijakan untuk menangani permasalahan sekarang melalui kebijakan politik juga," tegas Anas Iswanto


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top