Muhyiddin Yassin Ditunjuk Jadi PM Baru Malaysia

KUALA LUMPUR, ARUSMUDA.COM - Raja Malaysia telah menunjuk Ketua Partai Bersatu, Muhyiddin Yassin, sebagai Perdana Menteri (PM) baru Malaysia. Muhyiddin dinilai sebagai anggota parlemen yang mendapat dukungan mayoritas untuk menjadi PM selanjutnya, menggantikan Mahathir Mohamad.

Seperti dilansir media lokal Malaysia, The Star dan Malaysiakini, Sabtu (29/2/2020), pihak Istana Negara telah mengumumkan bahwa Raja Malaysia, Yang di-Pertuan Agong Al-Sultan Abdullah Ri'ayatuddin Al-Mustafa Billah Shah, menunjuk Muhyiddin sebagai PM baru usai menerima perwakilan dari seluruh partai politik di Malaysia.

"Setelah menerima perwakilan dari seluruh pemimpin yang mewakili partai masing-masing dan anggota independen Dewan Rakyat, menurut pendapat Yang Mulia, anggota Dewan Rakyat yang kemungkinan besar mendapat kepercayaan mayoritas di antara anggota Dewan Rakyat lainnya adalah Tan Sri Muhyiddin Yassin, anggota parlemen dari Pagoh," ucap Pengawas Rumah Tangga Kerajaan Malaysia, Ahmad Fadil Shamsuddin, dalam pernyataannya.

Penunjukan ini sesuai dengan pasal 40 ayat 2(a) dan pasal 43 ayat 2(a) pada Konstitusi Federal Malaysia yang mengatur wewenang Raja Malaysia untuk menunjuk Perdana Menteri yang diyakini memiliki dukungan mayoritas dalam parlemen atau Dewan Rakyat.

Diketahui bahwa nama Muhyiddin mencuat sebagai kandidat PM baru Malaysia setelah dia menyatakan didukung oleh total 36 anggota parlemen dari Partai Bersatu. Dukungan seluruh anggota Partai Bersatu ini mengejutkan, mengingat sebelumnya Partai Bersatu selalu menegaskan dukungan untuk Mahathir. Bahkan sebelumnya Partai Bersatu berhasil membujuk Mahathir untuk mencabut keputusannya mengundurkan diri sebagai Chairman partai ini.

Selain didukung seluruh anggota parlemen dari Partai Bersatu, Muhyiddin juga mendapatkan dukungan penuh dari partai-partai oposisi yang membentuk koalisi Barisan Nasional (BN). Koalisi BN diketahui terdiri atas empat partai politik (parpol), yakni Partai Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) -- yang menaungi eks PM Malaysia Najib Razak yang terjerat skandal korupsi, kemudian Partai Islam Se-Malaysia (PAS), Asosiasi China Malaysia (MCA), dan Kongres India Malaysia (MIC).

Penunjukan Muhyiddin oleh Raja Malaysia ini disampaikan setelah Mahathir Mohamad kembali menawarkan diri untuk menjabat PM Malaysia. Mahathir -- sebagai pendiri Partai Bersatu -- menegaskan dirinya tidak mendukung Muhyiddin dan tidak ingin bekerja sama dengan UMNO, yang disebutnya korup.

Mahathir mendapatkan dukungan penuh koalisi Pakatan Harapan, termasuk politikus terkemuka Anwar Ibrahim, yang menjabat Ketua Partai Keadilan Rakyat (PKR). Namun keputusan Raja Malaysia mengakhiri langkah Mahathir untuk kembali menjabat PM Malaysia.

Sumber: detik.com


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top