Kasman Harap Konsina Tak Sekadar Basa - Basi Lestarikan Budaya Makassar

GOWA, ARUSMUDA.COM - Ketua Umum Pimpinan Wilayah Pemuda Muslimin Indonesia Prov. Sulsel, Muhammad Kasman, S.E., M.Si. berharap agar Konsina tidak basa - basi melakukan pelestarian budaya Makassar.

Hal tersebut diungkapkan Kasman saat menjadi narasumber pada dialog kepemudaan dengan tema 'Generasi Milenial Di Simpang Budaya' yang di gelar oleh Konsina (Komunitas Siri Na Pacce) Indonesia di salah satu warung kopi di Gowa, sabtu (09/03/2019) malam.

"Kalau sekadar bisa mempersembahkan aru, tari-tarian dan pencak silat, itu hanya artefak kebudayaan, yang lebih penting dilestarikan dari tradisi Makassar adalah spiritnya, religiusitasnya." Terang Kasman.

Lanjutnya, "Spirit Makassar apa yang termuat dalam tari kreasi yang kalian persembahkan? Religiusitas apa yang anda alami saat mempersembahkan aru' tadi? Tak ada kan? Lalu di mana pelestarian tradisi Makassarnya?"

Di hadapan puluhan peserta yang hadir dari perwakilan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan dan jurnalis, Kasman berharap agar budaya tak hanya dipahami sebagai hasil cipta rasaan karsa manusia. "Budaya adalah ruang pertarungan kuasa!" Tegasnya.

"Karena dia ruang pertarungan kuasa, maka budaya tak pernah netral. Bagaimana kalian bisa berbangga telah melestarikan budaya Makassar dengan hanya tari-tarian, tapi gaya hidup kalian dipengaruhi K-Pop?" Sentil Pembina Komunitas Pena Hijau Takalar ini.

Di akhir diskusi, Kasman mengingatkan agar pemuda, terutama kader - kader Konsina bisa berpikir kritis terhadap budaya pop. "Pertanyaan kritisnya, budaya yang kalian praktikkan, apakah hasil cipta Makassar atau diproduksi secara massal oleh kapitalisme?" Pungkasnya.


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top