Sang Presiden

Hujan di pagi hari
Serasa membasahi Ibu Pertiwi
Pertanda berkah dari Tuhan
Hari ini terasa berbeda dari hari sebelumnya.

Selain hari ini kita telah memasuki
Penghujung Ramadhan, hari ini juga momentum peringatan hari kelahiran Bapak Presiden Republik Indonesia.

Presiden yang terkenal dengan gaya blusukannya, yang kadang membuat Paspampres kebingungan dengan ulah blusukan Bapak. Seakan bahwa bapak tidak mau ada jarak dengan warga masyarakat.

Menjadi seorang Kepala Negara adalah sebuah tanggung jawab yang sangat besar, Bukan hanya persoalan tanggung jawab kepada masyarakat, Bangsa & Negara melainkan pertanggung jawaban di mata Tuhan.

Cercaan, caci maki, dan hinaan tidak luput dari keseharian seorang Pemimpin atas pencapaian, terobosan serta kebijakan yang di lahirkannya yang di anggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat.

Namun terlepas dari itu semua, bahwa senjata Pemerintah adalah membangun ruang, harus melahirkan pemerintahan yang tidak meladeni dirinya sendiri, dan tetap berpihak kepentingan Rakyat.

Pemimpin yang mampu mengangkat harkatnya, termasuk harkat masyarakatnya ada mereka yang bisa menjadi perintis perubahan. Oleh karena itu, pemimpin yang bisa memajukan Bangsanya, adalah mereka yang mampu mengakselerasi perubahan itu sendiri.

Karena seungguhnya perubahan adalah kata kunci
Untuk sebuah jawaban atas harapan & penantian rakyat Indonesia
Di bawah kepemimpinan Bapak Ir. H. Joko Widodo

Biarkan kami terbebas dari belenggu kapitalisme
Biarkan kami bebas menikmati kekayaan ibu pertiwi

Tiada kiloan emas permata
Ku persembahkan di hari istimewa
Ku sematkan kata terindah penuh arti dan makna yang begitu dalam.

Bismillah, Satu kata penuh hikmah
bahagia menyentuh jiwa terbungkus rapi bersemayang di lubuk hati yang paling dalam.

Dariku untuk-mu kupanjatkan doa
kepada sang ilahi rabbi agar Bapak Presiden sehat, bahagia selalu, makin inovatif dalam berkarya, dan mampu membawa Indonesia kearah yang makin baik di tengah gempuran dinamika yang makin kompleksitas.

Selamat ulang tahun bapak Presiden yang ke-56, dan semoga Bapak senantiasa dalam Ridho Allah swt dalam menjalankan Tugas & Tanggung Jawab sebagai Kepala Negara

MR a Way, Makassar 21 Juni 2017

Muhammad Rivaldi. Pemuda harapan bangsa dan Negara. 


Tidak ada komentar:

Write a Comment


Top